Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Setajam Badik, Sekeras Intan [Elegi Pengantar Bang Faisal]

Keberanian dan ketajaman analisisnya bagai pamor dalam kombinasi badik-keris-rencong yang disepuh dengan intan-manikam khatulistiwa.

Oleh Laode M. Syarif
7 September 2024
di Kolom
A A

Tubuhnya terlalu ringkih untuk dibandingkan dengan gajah dan badak Sumatra yang hampir punah, muasal leluhurnya.

Jika ditakar, dia mungkin setingkat harimau Sumatera yang soliter dan terancam kelangsungan hidupnya.

Tapi dalam raga yang biasa itu, matanya tidak dapat tidur bila melihat ketidakjujuran dan ketidakadilan.

Mata raganya setajam mata elang Jawa, tempat dia dilahirkan, dalam menilik sengkarut ekonomi negeri yang hanya memberi kemewahan pada segelintir oligarki yang kehilangan kompas moral dan etika.

Bang Faisal, harimau Sumatera yang rajin mengumpul data ketidakadilan ekonomi dalam ransel hitam yang selalu menempel di punggungnya ke mana pun dia berkelana.

BACA JUGA:

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

Jika hasil analisis ketidakadilan ekonomi yang dia tulis dan suarakan tidak diindahkan penguasa dan pengusaha zalim, suara baritonnya yang serak akan berubah jadi auman tenor dan taringnya tidak ragu untuk menunjuk hidung siapa saja yang dianggapnya zalim pada Ibu Pertiwi.

Bang Faisal, harimau Sumatra yang hatinya hanya bersekutu dengan kebenaran dan keadilan. Dia menolak pengekangan pikiran walau dengan imbalan kemewahan dan puja-puji yang memabukkan.

Bang Faisal teguh merawat mata hatinya yang jernih dan dalam kamusnya: air suci tidak boleh tercampur noda. Dia paham bahwa noda adalah “ancaman penjara” bagi orang yang teguh menyuarakan kebenaran.

Kebersihan hati, keberpihakan pada yang tertindas, dan kebenciannya pada kezaliman, menempa Bang Faisal untuk berani menghujat kemungkaran walaupun sang lawan adalah penguasa tinggi negara.

Keberanian dan ketajaman analisisnya bagai pamor dalam kombinasi badik-keris-rencong yang disepuh dengan intan-manikam khatulistiwa. Keberaniannya dalam bersikap dan bersuara seharusnya mempermalukan lelaki se-nusantara yang hanya mampu menggerutu dalam hati.

Kamis, 5 September 2024, saya tafakur dan memejamkan mata di kaki jasadnya yang siap menghadap Rab-nya.

Dalam mata yang masih tertutup, saya bertanya pada jasadnya: dari mana sumber kekuatan dan ketabahanmu?

Ketika mata saya terbuka, saya mendekati IBU-nya yang sedang duduk menatap jasad putra-nya.

Ketika saya menjabat tangan dan memperkenalkan diri pada beliau, sang Ibu menarik saya dan membisikkan sesuatu di telinga saya: “Doakan Faisal dan doakan saya agar saya kuat dan tabah.”
Air mata hangat beliau yang mengenai pipi saya dapat melelehkan intan dan memadamkan gunung api.

Bang Faisal Basri telah menghadap Rab-nya dalam perjuangan untuk negeri yang adil dan menolak bersekutu dengan kezaliman.

Bang Faisal menghadap Ilahi dalam kesucian. Dia gajah dan harimau nusantara yang meninggalkan gading dan belang.
Bang Faisal mewariskan ilmu dan arti BERANI serta kompas MORAL dalam perjuangan buat seantero anak negeri.

Jakarta-Makassar, 7 September 2024

Murid yang berduka.

Topik: Faisal Basrikeadilankebenaran
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Suatu Petang bersama Faisal Basri

Selanjutnya

Inikah Akhir Pesta ESG?

Laode M. Syarif

Laode M. Syarif

Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (2020-2023), Wakil Ketua KPK (2014-2019).

TULISAN TERKAIT

al-qanun

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

17 Juni 2026
wakaf literasi

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

10 Juni 2026
kifayatul atqiya

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

5 Juni 2026
kala mesin ai menjawab

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

3 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Inikah Akhir Pesta ESG?

Inikah Akhir Pesta ESG?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In