Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Potret Amerika Latin dalam Kumpulan Cerpen

Oleh Redaksi JBR
2 Maret 2022
di Resensi
A A
buku Dataran dalam Kobaran Api karya Juan Rulfo penerbit Gramedia Pustaka Utama

buku Dataran dalam Kobaran Api karya Juan Rulfo penerbit Gramedia Pustaka Utama

Resensi buku Dataran dalam Kobaran Api karya Juan Rulfo penerbit Gramedia Pustaka Utama

“Mereka telah membunuh anjing betina
Tapi anak-anaknya masih ada…”

NYANYIAN RAKYAT
Kalimat pembuka dalam Cerita pendek berjudul Dataran dalam Kobaran Api ini merupakan salah satu dari 17 cerita yang terangkum dalam buku berjudul asli El Llano En Llamas. Certinya tentang pertikaian yang tidak penah berakhir antara dua pihak.

El Llano En Llamas (Dataran dalam Kobaran Api) adalah buku yang ditulis oleh penulis Amerika Latin terkenal, Juan Rulfo.

Ciri khas yang ditekankan oleh Rulfo dalam ceritanya adalah banyak memotret kehidupan penduduk di pedalaman Meksiko menjelang masa industrialisasi. Selain potret kehidupan masyarakatnya, penulis yang lahir pada 1917 ini juga menggambarkan bagaimana lanskap alam Meksiko yang gersang dan muram.

Kepiawaian Rulfo dalam mendeskripsikan latar ceritanya patut diapresiasi. Dalam beberapa momen, ia banyak menyoroti lanskap pegunungan atau dataran rendah dalam ceritanya.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Juan Rulfo memiliki gaya unik dalam menulis ceritanya. Ia menggabungkan realisme magis dengan kehidupan masyarakat di pedalaman Meksiko.

Sesekali ia menyinggung tentang kekerasan yang sering kali terjadi di Meksiko. Kemiskinan dan daerah terpencil juga menjadi amunisi terkuat Rulfo dalam menulis buku ini.

Juan Rulfo membangun seluruh cerita dalam buku ini dengan sudut pandang orang pertama dan ketiga. Sesekali Rulfo juga menyelipkan monolog internal dari tokoh utama di setiap ceritanya.

El Llano En Llamas dibuka dengan cerita berjudul Mereka Telah Memberi Kami Lahan. Konflik dalam cerita ini menyangkut sebuah dataran tandus yang dberikan pemerintah kepada penduduk.

“Begitulah cara mereka memberi kami lahan. Dan mereka ingin kami menanam benih di wajan panas itu, untuk melihat apakah sesuatu akan berakar dan tumbuh. Tapi tak ada yang bakal tumbuh di sini. Bahkan burung sikep tak akan bisa hidup. Sesekali kau melihatnya tinggi di langit, terbang cepat; berusaha menjauh sesegera mungkin dari tanah putih yang keras ini, di mana tak ada apa pun yang bergerak, dan tanah yang kaupijak membuatmu menyerah.”

Rulfo memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan dan politik yang terjadi pada masa itu lewat cerita-ceritanya. ia juga memberikan pengalaman baru terhadap bacaaan sastra Amerika Latin lewat buku ini.

Selama hidupnya, Juan Rulfo hanya menerbitkan dua buku, yaitu El Llano En Llamas yang diterbitkan pada tahun 1953, dan Pedro Paramo yang menyusul pada tahun 1955.
Meskipun begitu, ia berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu penulis paling berpengaruh di Amerika Latin.
Juan Rulfo juga menginspirasi Gabriel Garcia Marquez sebagai penulis yang membawa aliran realisme magis dalam setiap karyanya.

Judul: Dataran dalam Kobaran Api
Penulis: Juan Rulfo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Kumpulan cerita
Edisi: Cetatakn 1, 2021
Tebal: 192 Halaman
ISBN: 978-602-06-5753-0

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Berdamai dengan Diri Sendiri: Belajarlah Menerima Apadanya Dirimu

Selanjutnya

5 Perpustakaan Nyaman di Jakarta yang Bikin Betah Baca Buku

Redaksi JBR

Redaksi JBR

You are what you read, you read what we review.

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
5 Perpustakaan Ternyaman di Jakarta yang Bikin Betah Baca Buku

5 Perpustakaan Nyaman di Jakarta yang Bikin Betah Baca Buku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In