Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Belajar Merawat Diri, dari Buku “Self-Gardening Project”

Mengajak pembaca merawat diri seperti berkebun, karya Kim Eun-Ju

Oleh Dimas Yusuf
20 Agustus 2025
di Resensi
A A
Gambar: Gramedia

Gambar: Gramedia

“Jika pikiranmu kacau dan hidup seakan berakhir, rawatlah dirimu seperti merawat tanaman” begitulah tulisan yang terdapat pada cover buku “Self-Gardening Project” karya Kim Eun-ju. Buku dengan genre self-improvement ini menawarkan cara merawat diri dengan analogi berkebun. Buku ini menjadi “Korean Best Book of The Year” dan juga laris di berbagai negara. Setelah debut buku pertamanya, yaitu “1 CM” kini Kim Eun-Ju menjadi salah satu penulis self-improvement terbaik di dunia.

Buku “Self-Gardening Project” mengajak para pembacanya untuk mendokumentasikan setiap proses perubahan yang terjadi di dalam hidup kita. Seperti layaknya tunas kecil yang ditanam, lalu tumbuh menjadi tanaman yang terawat. Penulis menganalogikan tanaman sebagai proses dari perkembangan diri manusia. Dimana manusia ketika lahir di dunia harus diberi perhatian ekstra, menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, dan pada akhirnya menjadi seorang yang bijak dan menyayangi dirinya sendiri.

Terdapat 7 langkah untuk merawat diri

Penulis memberikan 7 langkah yang dapat diikuti pembaca. Dengan sub-bab yang ringkas di masing-masing langkahnya. Buku ini mudah dipahami, walaupun dengan menganalogikan merawat diri sebagai berkebun. Bantuan ilustrasi yang ada di masing-masing sub-bab ini juga sebagai refleksi diri. Karakter yang lucu dan unik menjadi pelengkap imajinasi pembaca.

Sebagai permulaan di bab pertama, yaitu “menebar benih” akan mengajak pembaca bagaimana cara merefleksikan diri. Apakah pengelolaan batin kita benar-benar seimbang? Kapan waktu terbaik untuk introspeksi diri dan memikirkan masa depan? Apakah yang dilakukan selama ini terlalu berlebihan? Hal-hal tersebut akan dibahas di buku ini pada bab pertama. Pembaca akan belajar kenapa di dunia ini tidak harus serba buru-buru. Untuk bisa tumbuh dengan baik, benih harus ditanam dengan cara yang tepat bukan?

Pada bab kedua, yaitu “Memberi air yang cukup” penulis akan mengajak pembaca untuk melihat kembali apa yang kamu punya sekarang. Refleksi diri terhadap waktu luang yang tidak pernah kamu gunakan. Orang-orang yang dahulu kamu kenal dan bermain bersama. Terkadang, kita menggunakan waktu luang untuk merencanakan sesuatu ke depan, tetapi lupa untuk menghabiskan waktu tersebut untuk melakukan hal yang membuat kamu bahagia.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Dari dua bab tersebut pembaca akan disadarkan bahwa banyak hal-hal yang terlewat selama hidup ini. Layaknya merawat sebuah tanaman, seringkali kita hanya ingin memberikan yang terbaik agar tanaman tersebut tumbuh. Akan tetapi, kita lupa bahwa tanaman yang akan tumbuh ini harus dijaga. Memastikan bahwa tidak tercemar dari zat-zat yang bisa meracuni tanaman tersebut dan memotong daun yang sudah membusuk.

Bab-bab selanjutnya, pembaca akan dibawa lebih jauh lagi untuk melihat dirinya sendiri. Pada bab-bab selanjutnya, buku “Self-Gardening Project” ini akan me-review hidup kamu secara keseluruhan. Seperti barang apa yang harus kamu beli, kapan kita harus memenuhi kebutuhan hidup atau keinginan hidup. Dan apa yang harus dilakukan ketika bertemu dengan orang yang tepat.

Kenapa harus baca?

Di antara buku self-improvement yang terjual di pasaran. Buku “Self-Gardening Project” karya Kim Eun-Ju mudah dibaca dan dipahami. Buku ini menjadi menarik karena dianalogikan seperti manusia yang sedang berkebun. Proses yang terjadi ketika menanam sebuah benih dan mengharapkan benih tersebut menjadi tanaman yang subur. Seperti melihat kebutuhan-kebutuhan yang selama ini dibutuhkan manusia dalam hidupnya.

Dengan terdapat ilustrasi dari Worry Lines pada setiap sub-babnya. Buku “Self-Gardening Project” ini, pembaca dimudahkan untuk berimajinasi untuk menyikapi dirinya. Karakter yang menampilkan maksud dari setiap sub-babnya ini, sangat menghibur bagi pembaca. Layaknya sebuah benih yang ditanam, manusia butuh ruang untuk berkembang. Buku ini sebagai pengingat jangan terburu-buru untuk melakukan sesuatu. Lakukan hal yang membuatmu bahagia, refleksikan diri kamu, dan lakukan hal kecil sebelum membuat keputusan yang besar.

Analogi tanaman tersebut cukup dipahami karena ditulis dengan bahasa yang mudah. Dengan penulisan seperti bait, pembaca akan mendapatkan makna di akhir bait-biat setiap sub-babnya.

BACA JUGA: Ringkasan Buku The Psychology of Money: Kekayaan Tidak Hanya Angka

Topik: Merawat DiriresensiSelf-Gardening Project
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Perjalanan Alwijo “Nebeng” ke NTT untuk Bangun Rumah Belajar

Selanjutnya

Menemukan Alasan Hidup dari Buku “Semoga Kamu Bisa Tersenyum Hari ini”

Dimas Yusuf

Dimas Yusuf

Redaktur Jakarta Book Review (JBR)

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Menemukan Alasan Hidup dari Buku “Semoga Kamu Bisa Tersenyum Hari ini”

Menemukan Alasan Hidup dari Buku "Semoga Kamu Bisa Tersenyum Hari ini"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In