Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Belajar Keuangan dari Psychology of Money

Oleh Erdy Nasrul
1 Desember 2022
di Resensi
A A
Belajar Keuangan dari Psychology of Money

Belajar Keuangan dari Psychology of Money. (Foto: Jakarta Book Review)


Gaya setiap orang mengelola keuangan sangat beragam. Pertama, ada yang sombong, seperti yang tertulis dalam buku Psychology of Money karangan Morgan Housel. Kedua, mereka yang sederhana dan berhati-hati. Intinya terdapat beragam kisah mengelola keuangan.

Cerita dalam buku ini, ada sekelompok orang kaya. Mereka berjalan mengelilingi daerah pesisir. Berikutnya, mereka membuang uang koin emas ke pantai. Suatu kegilaan, penuh keegoisan, dan jelas tak memikirkan orang-orang miskin sekitar mereka.

Tujuannya untuk melihat kilau emas terpantul sinar mentari. Terutamanya adalah membuang harta, menyiakannya. Begitu kilauan koin emas terlihat mereka bersorak bahagia. Apakah uang itu yang sudah dibuang mereka ambil? Tidak. Mereka biarkan uang itu terbuang.

Kisah orang kaya

Ada pula kisah beberapa orang kaya. Mereka berjalan masuk ke sebuah tempat. Lalu merusak lampu kristal. Prang. Lampu itu pecah. Mendengar suara lampu pecah, Manager tempat tersebut mendapatkan laporan fasilitas rusak.

Dia mengetahui siapa pelakunya. Orang itu memanggil si pelaku dan meminta ganti rugi seharga 500 dolar.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

“500 dolar?” kata itu orang kaya. Berikutnya dia mengambil beberapa lembar uang. Lalu memberikannya kepada si manager. “Ini ambil. Kamu sudah mengganggu kami,” kata si orang kaya dalam buku Psychology of Money.

Apa yang terjadi dengan dua orang tadi? Morgan menjelaskan, kebanyakan orang seperti itu akan hancur. Dengan pemikiran ini, mereka menjadi bangkrut, karena tidak hati-hati dalam mengelola keuangan.

Pada waktu punya uang, mereka tak memanfaatkan harta dengan baik. Sebaliknya, ketika sudah jatuh, barulah menyesal, memikirkan harta terdahulu yang sudah dibuang. Sia sia.

Orang sederhana

Berikutnya adalah kisah orang sederhana mengelola uang dengan hati-hati. Misalkan seorang buruh dengan penghasilan pas-pasan. Namun uniknya, orang tersebut masih sempat menabung beberapa dolar setiap hari. Hingga suatu ketika dia tutup usia.

Lalu keluarganya memeriksa rekening bank. Ternyata di dalam rekening itu tersimpan uang 2 juta dolar. Jumlah yang fantastis.

Tak seperti orang kaya sebelumnya yang gemar membuang uang. Orang sederhana ini tidak memiliki capaian sekolah tinggi. Si orang sederhana ini hidup apa adanya. Yang menarik dari orang tadi adalah komitmen dan istikamah dalam mengelola uang.

Kendatipun hidup sederhana, hatinya merasa kaya, sehingga selalu berkecukupan.

Orang itu merelakan sebagian hartanya untuk masa depan anak dan keturunannya. Rajin menabung. Suatu pola perencanaan keuangan yang mementingkan keberlangsungan hidup pada masa yang akan datang.

Identitas buku Psychology of Money

Judul: The Psychology of Money, Pelajaran Abadi Mengenai Kekayaan, Ketamakan, dan Kebahagiaan
Pengarang: Morgan Housel
Penerjemah: Zia Anshor
Penerbit: Baca
Jumlah halaman: 238
ISBN:9786026486578

Topik: bacabuku best sellerHeadlinekeuanganMorgan Housel
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Dia yang Tak Ingin Kamu Ada

Selanjutnya

Minhajul Abidin: Jalan Gapai Akhirat

Erdy Nasrul

Erdy Nasrul

Pegiat literasi

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Minhajul Abidin: Jalan Gapai Akhirat

Minhajul Abidin: Jalan Gapai Akhirat

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Ringkasan Buku The Psychology of Money: Kekayaan Tidak Hanya Angka - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In