Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

3726 MDPL: Titik Tertinggi Belajar Melepaskan

Menjelajahi kisah cinta yang tidak pernah selesai, karya Nurwina Sari.

Oleh Redaksi JBR
29 September 2025
di Resensi
A A
Versi Hard Cover pada Buku 3726 MDPL

Kala Gunung Menyimpan Luka yang Belum Selesai

3726 MDPL: Dalam cerita novel ini, kita diajak untuk menjelajahi kisah cinta yang tidak pernah benar-benar selesai. Ini bukan cerita cinta yang penuh kebahagiaan yang diakhiri dengan pernikahan, melainkan cinta yang berkembang dalam keheningan, bertahan di ingatan, dan menua dalam perasaan nostalgia.

Rangga Raja dan Andini Hangura bukanlah pasangan di dalam arti yang umum. Mereka adalah dua jiwa yang saling merangkai emosi, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan untuk hidup dalam dunia yang terpisah meski beriringan.

Andini adalah sosok wanita yang dicintai banyak orang—menawan, lembut, dan penuh dengan kehati-hatian. Di sisi lain, Rangga adalah seorang pria kuat yang terpengaruh hanya dengan menyebut namanya. Di antara mereka ada luka yang tak kunjung sembuh, terdapat ikatan yang sulit diungkapkan, dan ada restu yang tak pernah sampai ke tujuan. Di antara semua perasaan itu, ada Rinjani—gunung yang sepi tapi sarat akan cerita, menjadi saksi bagi semua hal yang tak bisa diungkapkan dalam dunia yang bising dan ramai.

Rinjani: Tempat bagi yang Terluka

Gunung dalam kisah ini lebih dari sekadar pemandangan atau latar belakang. Ia berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi jiwa yang terluka, ruang tenang bagi mereka yang lelah dan ingin beristirahat dari keramaian. Saat mendaki bersama komunitas bernama MANUSIA, tubuh Rangga dihadapkan pada rintangan fisik, tetapi hatinya lebih diuji oleh kenangan masa lalu. Setiap pos perhentian seakan menjadi pengingat bagi kenangan yang masih tertunda. Perlahan namun pasti, ia mencoba menyusun kembali perasaannya, merangkum, dan belajar melepaskan sedikit demi sedikit.

Puncak bukan sekadar akhir perjalanan fisik, melainkan pencapaian tertinggi dari perasaan yang berhasil ia hadapi sendiri. Salah satu momen paling mengharukan terjadi ketika Rangga berdiri di ketinggian 3726 mdpl, menatap langit, dan berkata:

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

“An, dapet salam, dari Rangga Raja untuk lo, selamat hari pertunangan Andini Hanggura-ku yang gue sayang, dari 3726 mdpl, puncak tecantik di Indonesia. Semoga senang terus hidup yang lo tempuh.” 3726 Mdpl, hal: 273.

Bukan sebagai undangan, bukan pula sebagai pengamat yang memberikan ucapan selamat dengan rasa sedih. Namun, sebagai orang yang memahami: cinta yang tulus tidak selalu harus memilikinya. Ia hadir dengan membawa doa, dan pergi membawa keheningan yang sulit dijelaskan pada orang lain.

Tentang Cinta yang Tak Harus Bersanding

Cerita ini tidak memberikan janji akhir bahagia dalam bentuk yang biasa. Tidak ada pertemuan kembali atau takdir yang dipaksakan. Justru di situlah letak kekuatan ceritanya: ia menghadirkan cinta yang rela mundur, yang tahu batas diri, yang lebih memilih untuk mendoakan dari jauh daripada menyakiti diri dengan harapan yang tidak mungkin.

Salah satu momen yang penuh arti ketika Rangga memberikan cincin milik Andini—yang telah lama ia simpan—kepada seorang pendaki lain yang juga merasakan patah hati:

“—daripada cincin ini nggak punya tuan, lo mau? Lo bisa jadikan ini sebagai hadiah atau semangat buat lo.” 3726 Mdpl, hal: 273.

Sebuah tindakan sederhana tetapi sangat bermakna. Ini bukan soal penggantian, bukan tentang pelarian, tetapi tentang menerima kenyataan bahwa beberapa hal harus ditinggalkan agar luka bisa pulih. Rangga tidak ingin menghapus kenangan yang ada, tetapi ia menyadari bahwa mempertahankannya selamanya hanya akan membuat luka semakin dalam.

Ulasan Novel

Daya tarik cerita ini terletak pada bahasanya yang lembut tetapi menusuk hati. Tidak ada dramatisasi yang berlebihan. Tidak ada kalimat yang terasa dipaksakan. Semua kalimat mengalir seperti sungai yang tenang namun memiliki kedalaman. Setiap kalimat seakan memeluk pembaca, membuat kita terdiam, melihat ke dalam diri sendiri, dan tiba-tiba merasa: Aku pernah berada di titik itu.

Penulis tidak memaksakan perasaan, tetapi justru membuat pembaca merasakan kesedihan dengan mengingat luka mereka sendiri. Percakapan dalam cerita ini sangat autentik. Narasinya lembut. Keheningannya menyentuh jauh lebih mendalam daripada teriakan. Inilah kekuatan tulisan yang muncul dari hati yang tulus, bukan hanya sekedar teknik sastra.

Sebuah Catatan tentang Novel 3726 MDPL

Akhir dari cerita ini bukanlah sebuah penutupan, melainkan sebuah pengingat. Mengenai banyak hal dalam hidup yang tidak dapat dimiliki, meskipun kita sangat mendambakannya. Rangga tidak bersatu dengan Andini. Namun, dia tidak sepenuhnya kehilangan dia. Karena dalam ingatan, mereka tetap hidup. Karena dalam doa, tidak ada jarak yang benar-benar memisahkan.

Novel ini bukan hanya sekedar cerita cinta. Ini adalah sebuah elegi. Sebuah puisi panjang tentang melepas, tentang memberikan tanpa rasa benci, tentang belajar menumbuhkan harapan baru di tanah yang sebelumnya kering karena kehilangan.

Dan mungkin itu benar, seperti yang diungkapkan Rangga: mereka memang bukan sepasang manusia. Tetapi mereka pernah menjadi dua jiwa yang menyimpan tempat di hati satu sama lain, meskipun tidak pernah benar-benar tinggal bersama.

BACA JUGA: Resensi Buku “Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya”

Penulis Resensi: Veronica Aprilia

Identitas Buku

Judul Buku : 3726 MDPL
Penulis : Nurwina Sari
Penyunting : Zafira Salsabila
Penyelaras Akhir : Dana Sudartoyo
Pendesain Sampul : Himewari, Wira Winata
Penata Letak : Amanda Luitha, Nuraini
Penerbit : Romanicious
Jumlah Halaman : 280 halaman
Ukuran Buku : 13 x 19 cm
ISBN : 978-623-310-259-9
Cetakan Pertama : Agustus 2024
Cetakan Kedua : September 2024
Hak Cipta : Dilindungi oleh undang-undang

Topik: 3726 MDPLNovelresensi
SendShareTweetShare
Sebelumnya

IIBF 2025: Upaya Peningkatan Literasi dan Tantangan Industri Penerbitan Buku di Indonesia

Selanjutnya

The Sentence: Kisah Pribumi, Luka Sejarah, dan Ketahanan Hidup yang Tak Padam

Redaksi JBR

Redaksi JBR

You are what you read, you read what we review.

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
The Sentence: Kisah Pribumi, Luka Sejarah, dan Ketahanan Hidup yang Tak Padam

The Sentence: Kisah Pribumi, Luka Sejarah, dan Ketahanan Hidup yang Tak Padam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In