Selasa, 31 Maret 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Setajam Badik, Sekeras Intan [Elegi Pengantar Bang Faisal]

Keberanian dan ketajaman analisisnya bagai pamor dalam kombinasi badik-keris-rencong yang disepuh dengan intan-manikam khatulistiwa.

Oleh Laode M. Syarif
7 September 2024
di Kolom
A A

Tubuhnya terlalu ringkih untuk dibandingkan dengan gajah dan badak Sumatra yang hampir punah, muasal leluhurnya.

Jika ditakar, dia mungkin setingkat harimau Sumatera yang soliter dan terancam kelangsungan hidupnya.

Tapi dalam raga yang biasa itu, matanya tidak dapat tidur bila melihat ketidakjujuran dan ketidakadilan.

Mata raganya setajam mata elang Jawa, tempat dia dilahirkan, dalam menilik sengkarut ekonomi negeri yang hanya memberi kemewahan pada segelintir oligarki yang kehilangan kompas moral dan etika.

Bang Faisal, harimau Sumatera yang rajin mengumpul data ketidakadilan ekonomi dalam ransel hitam yang selalu menempel di punggungnya ke mana pun dia berkelana.

BACA JUGA:

Lampu Petunjuk

Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci

1 Muharram: Momen Kebangkitan Spiritual Kita

Ugly, Bad and Okay Mining: Pertambangan Indonesia di Persimpangan Jalan

Jika hasil analisis ketidakadilan ekonomi yang dia tulis dan suarakan tidak diindahkan penguasa dan pengusaha zalim, suara baritonnya yang serak akan berubah jadi auman tenor dan taringnya tidak ragu untuk menunjuk hidung siapa saja yang dianggapnya zalim pada Ibu Pertiwi.

Bang Faisal, harimau Sumatra yang hatinya hanya bersekutu dengan kebenaran dan keadilan. Dia menolak pengekangan pikiran walau dengan imbalan kemewahan dan puja-puji yang memabukkan.

Bang Faisal teguh merawat mata hatinya yang jernih dan dalam kamusnya: air suci tidak boleh tercampur noda. Dia paham bahwa noda adalah “ancaman penjara” bagi orang yang teguh menyuarakan kebenaran.

Kebersihan hati, keberpihakan pada yang tertindas, dan kebenciannya pada kezaliman, menempa Bang Faisal untuk berani menghujat kemungkaran walaupun sang lawan adalah penguasa tinggi negara.

Keberanian dan ketajaman analisisnya bagai pamor dalam kombinasi badik-keris-rencong yang disepuh dengan intan-manikam khatulistiwa. Keberaniannya dalam bersikap dan bersuara seharusnya mempermalukan lelaki se-nusantara yang hanya mampu menggerutu dalam hati.

Kamis, 5 September 2024, saya tafakur dan memejamkan mata di kaki jasadnya yang siap menghadap Rab-nya.

Dalam mata yang masih tertutup, saya bertanya pada jasadnya: dari mana sumber kekuatan dan ketabahanmu?

Ketika mata saya terbuka, saya mendekati IBU-nya yang sedang duduk menatap jasad putra-nya.

Ketika saya menjabat tangan dan memperkenalkan diri pada beliau, sang Ibu menarik saya dan membisikkan sesuatu di telinga saya: “Doakan Faisal dan doakan saya agar saya kuat dan tabah.”
Air mata hangat beliau yang mengenai pipi saya dapat melelehkan intan dan memadamkan gunung api.

Bang Faisal Basri telah menghadap Rab-nya dalam perjuangan untuk negeri yang adil dan menolak bersekutu dengan kezaliman.

Bang Faisal menghadap Ilahi dalam kesucian. Dia gajah dan harimau nusantara yang meninggalkan gading dan belang.
Bang Faisal mewariskan ilmu dan arti BERANI serta kompas MORAL dalam perjuangan buat seantero anak negeri.

Jakarta-Makassar, 7 September 2024

Murid yang berduka.

Topik: Faisal Basrikeadilankebenaran
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Suatu Petang bersama Faisal Basri

Selanjutnya

Inikah Akhir Pesta ESG?

Laode M. Syarif

Laode M. Syarif

Direktur Eksekutif Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan (2020-2023), Wakil Ketua KPK (2014-2019).

TULISAN TERKAIT

Lampu Petunjuk

Lampu Petunjuk

11 Juli 2025
Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci

Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci

10 Juli 2025
1 Muharram: Momen Kebangkitan Spiritual Kita

1 Muharram: Momen Kebangkitan Spiritual Kita

27 Juni 2025
Ugly, Bad and Okay Mining: Pertambangan Indonesia di Persimpangan Jalan

Ugly, Bad and Okay Mining: Pertambangan Indonesia di Persimpangan Jalan

27 Juni 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Inikah Akhir Pesta ESG?

Inikah Akhir Pesta ESG?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In