Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Pergi Haji: Terbentuknya Jaringan Ulama Betawi

Orang Arab menyebut Muslim Nusantara dengan sebutan Ashab al-Jawiyyin, termasuk untuk orang Betawi, Syekh Junaid al-Batawi, Guru Marzuki al-Batawi.

Oleh Murodi Al-Batawi
13 Juni 2024
di Kolom
A A
Haji Ulama Betawi

Potret Syekh Junaid Al-Batawi

Perjalanan haji ke tanah suci, bagi Muslim, merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang memiliki kemampuan (istitha’ah) materi, kesehatan fisik, dan keamanan. Bila semua itu ada, maka tidak ada pilihan lain bagi Muslim untuk melaksanakan ibadah haji.

Perjalanan ibadah haji dahulu sangat berbeda dengan sekarang. Dahulu, perjalanan ibadah haji kadang memerlukan waktu lebih dari tujuh bulan saat menggunakan perahu layar yang digunakan para pedagang untuk mengangkut barang dagangannya ke tempat tujuan atau bandar tertentu untuk kemudian dilanjutkan ke wilayah Asia lainnya atau Eropa. Para jemaah calon haji menumpang perahu layar tersebut hingga mereka tiba di Jeddah. Dari Jeddah mereka menuju kota Madinah al-Munawwarah dan kemudian melanjutkannya ke kota Makkah al-Mukarramah.

Seperti diketahui, haji merupakan muktamar terbesar umat Islam sedunia. Karena jutaan Muslim dunia berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji. Selain beribadah, mereka juga mendiskusikan banyak hal terkait perkembangan dunia Islam; mulai dari persoalan politik, ekonomi, budaya, peradaban, dan ilmu pengetahuan.

Ketika belum ada peraturan ketat mengenai kehadiran para jemaah haji, banyak jemaah selesai melaksanakan ibadah haji tidak segera kembali ke tanah air, tapi menetap menjadi pelajar (muqimin). Mereka menetap tidak hanya sebulan atau satu tahun, bahkan tahunan. Tidak hanya menjadi pelajar yang belajar kepada para syekh di Haramain, bahkan setelah mereka memiliki pengetahuan dan diangkat atau diakui sebagai seorang Syaikh al-Islam, mereka menjadi guru dan imam Masjid al-Haram.

Banyak di antara mereka yang mengarang kitab yang dijadikan rujukan bagi para pelajar dan pengajar ilmu agama Islam. Salah seorang di antaranya Syekh Junaid al-Batawi, yang merupakan guru bagi ulama Betawi. Ia menetap di Makkah sejak 1834 M dan memiliki murid yang sangat banyak, salah seorang di antara muridnya yang sangat terkenal adalah Syekh Nawawi al-Bantani, pengarang tafsir Marah Labid, yang dijadikan referensi utama para guru dan santri di Nusantara.

BACA JUGA:

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

Ulama Betawi dan Ashab al-Jawiyyin

Biasanya para jemaah haji yang menetap dan belajar di Haramain berkumpul dalam satu wilayah. Tempat mereka berkumpul dan menetap disebut Ashab al-Jawiyyin, arti tekstualnya “perkumpulan orang Jawa”. Kata al-Jawiyyin di sini bukan merujuk pada suatu etnis tertentu di Indonesia, tapi pada sebuah bangsa di Nusantara. Orang Arab menyebut Muslim Nusantara dengan sebutan Ashab al-Jawiyyin, termasuk sebutan untuk orang Betawi. Tapi, seiring perkembangan munculnya penyebutan nama daerah, maka seorang tokoh pada nama belakangnya disandingkan dengan asal daerahnya; seperti Syekh Junaid al-Batawi, Guru Marzuki al-Batawi, Guru Mansur al-Batawi, dan lain-lain.

Sebelum belajar dengan para syekh besar di Masjid al-Haram, mereka biasanya belajar dulu di Madrasah Shalwatiyah, sebuah lembaga pendidikan formal yang didirikan Muslim India. Selain materi dasar agama Islam, mereka juga diajarkan materi bahasa Inggris dan matematika. Para pengajarnya juga banyak yang berasal dari Indonesia. Karenanya, bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Melayu. Bahasa ini sudah menjadi bahasa dunia saat itu, sehingga banyak ulama kita yang menulis karyanya dalam bahasa Melayu.

Kemudian, setelah para pelajar dari Betawi menyelesaikan studinya di Haramain, banyak yang melanjutkan studinya ke Universitas al-Azhar, Kairo, dan sukses menjadi seorang doktor ilmu agama Islam. Lalu mereka kembali ke tanah Betawi dan menjadi ulama besar.

Wallahu’a’lam

Ciputat, 10 Juni 2024

Topik: Guru Marzuki al-Batawipergi hajiSyekh Nawawi al-Bantaniulama betawi
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Agar Bisnis Terus Teguh di Dunia yang Penuh Guncangan

Selanjutnya

Pekan Sastra Jakarta 2024 Sambut Peringatan HUT Ke-497

Murodi Al-Batawi

Murodi Al-Batawi

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

TULISAN TERKAIT

al-qanun

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

17 Juni 2026
wakaf literasi

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

10 Juni 2026
kifayatul atqiya

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

5 Juni 2026
kala mesin ai menjawab

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

3 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Pekan Sastra Jakarta 2024

Pekan Sastra Jakarta 2024 Sambut Peringatan HUT Ke-497

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In