Jumat, 3 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Pesantren Gontor dalam Komik Strip

Resensi Komik strip Islam “Top Secret Santri Gontor” karya Rochman Romadhon penerbit Rene Islam

Oleh Mujib Rahman
17 Juni 2022
di Resensi
A A
Pesantren Gontor dalam Komik Strip: Resensi Komik strip Islam “Top Secret Santri Gontor” karya Rochman Romadhon penerbit Rene Islam

Pesantren Gontor dalam Komik Strip: Resensi Komik strip Islam “Top Secret Santri Gontor” karya Rochman Romadhon penerbit Rene Islam

Pesantren adalah miniatur kehidupan sosial Indonesia. Di sana ada anak-anak dari berbagai suku, yang tentu saja berbeda perilaku, bahasa, dan tradisi. Para santri ini juga berasal dari kalangan yang berbeda-beda secara ekonomi dan pendidikan orang tuanya. Di pondok pesantren yang penghuninya mencapai ribuan, komposisi ini menghasilkan realita pembelajaran yang serius dan penuh nilai, tetapi juga konyol dan naif.

Dalam hal keberagaman, Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, sudah seheterogen negeri ini. Di pondok yang jumlah santrinya lebih dari 4000 ini, kiyai tidak saja mengajar ilmu, tetapi juga etika dan nilai-nilai. Dinamika di dalamnya direkam lengkap secara lucu dalam bentuk komik strip oleh Rochman Romadhon, yang diterbitkan oleh Rene Islam.

Rochman adalah alumni Gontor angkatan tahun 2000. Belajar di sana selama 12 tahun, ia lebih dari paham tentang suasana, budaya, dan realita di pesantren berusia menjelang satu abad ini. Sebenarnya Rochman tidak hanya mengartunkan poin-poin krusial tentang ilmu dan akhlak, tetapi juga kronika di dalamnya. Buku ini awalnya diracik untuk meramaikan acara 90 tahun Pondok Pesantren Modern Gontor  tahun 2016, kemudian di jual bebas dan telah dua kali cetak.

Pada hari pertama mondok. Biasanya santri baru yang ditinggalkan orang tuanya akan bersedih. Ada yang menangis histeris, ada yang meneteskan air mata sambil menarik-narik lengan baju ibunya, ada pula yang menangis berguling-guling di ruang tamu. Tetapi ada juga yang santai dengan tampang gembira, seolah menyuruh orang tuanya segera pulang.

Dalam waktu beberapa saat, beberapa golongan ini segera akan bersatu dalam pertemanan yang asik. Dengan cepat mereka akan menjadi akrab dan bersama-sama mengukir sejarah panjang. Tentu saja ada suka, duka, lucu, konyol, pahit, dan manis.

BACA JUGA:

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Pesantren itu bukan asrama. Propertinya dibatasi hanya lemari dan kasur single size. Dalam lemari hanya ada pakaian, buku, dan alat mandi. Maka di tempat itu tak mudah dibedakan mana santri kaya dan miskin. Di sini hidup bakal tak mudah bagi santri baru. Mereka terpaksa harus hijrah segala-galanya, mulai tempat tinggal, kebiasaan, menu makanan, pola bermain, jam istirahat, dan sebagainya. Bila di rumah mereka mendapat perhatian dan cinta kasih secara personal, di sini hanya tersedia perhatian kolektif.

Di Gontor, pendidikan digelar dengan standar tinggi dan aturan keras. Para santri baru diberi masa transisi selama setahun, sebelum memasuki dunia santri yang sesungguhnya. Secara umum ada dua golongan santri, yaitu sighar ada kibar. Sighar yang artinya “kecil” adalah santri yang masuk pesantren selepas SD, kibar (besar) adalah santri yang masuk pondok setelah lulus SMP. Namun sebelum itu ada istilah judud, yaitu santri baru yang masih tahun pertama, baik dari golongan sighar maupun kibar.

Santri newbie itu berhak atas sejumlah dispensasi. Mereka ditempatkan di asrama khusus dan dalam tiga bulan pertama masih boleh bicara bahasa Indonesia, tidak harus Arab-Inggris. Kegiatannya masih bersifat pengenalan dan apabila mereka melakukan pelanggaran, yang kena sanksi adalah mudabbir asrama.

Segala dinamika di pesantren, mulai masuk sampai perpisahan, baik yang formil maupun non formil, tak dilewatkan sama sekali oleh Rochman Romadhon. Termasuk kenaifan khas pesantren yang sudah menjadi realita turun temurun, seperti ghasab, abu tanzif, dan jarban.  Ghasab adalah aksi menyerobot properti orang lain tanpa izin, biasanya barang-barang ringan terutama sandal. Sedangkan abu tanzif adalah pendompleng makanan. Kalau jarban itu kudis atau penyakit kulit berupa gatal-gatal disertai infeksi bernanah. Konon setelah terjangkit jarban, seorang santri mendapat keberkahan kiyai dan menjadi pertanda akan kerasan di sana.

Kehidupan pesantren, meski tak mudah bagi seorang remaja, tetapi kenyataannya membuat kerasan dan menciptakan romantika tak terlupakan. Santri bisanya cukup happy hingga akhir masa studi dan selalu ingin mengulang setiap momen di dalamnya. Di Gontor rapor dibagikan setelah liburan, dengan cara dikirim langsung ke rumah. Penilaian rapor terdiri dari tiga aspek, yaitu Suluk atau kesopanan, Muadhaba atau tanggung jawab, dan Nadhafa atau kebersihan-kerapian.

Santri dinyatakan lulus apabila telah menyelesaikan jenjang Kulliyyat Muallimin al-Islamiyyah (KMI) yang terdiri dari enam kelas (setingkat SMP-SMA). Namun ijazahnya baru diberikan setelah satu tahun mengabdi sebagai pengajar di pesantren lain yang ditunjuk. Namun bagi Gontorian, ijazah hanyalah selembar kertas. Senjata sesungguhnya adalah kapasitas santri itu sendiri. “Banyak orang bertitel tanpa kualitas, banyak orang berkualitas tanpa titel,” demikian kata-kata salah satu pengasuh Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, yang sampai kini tetap abadi.

Semua paket informasi ini tentu saja akan sangat berat, seandainya tidak dikemas dalam bentuk komik. Setiap tema disajikan dalam dialog bergambar sepanjang satu atau dua halaman, terdiri dari 1 sampai 6 panel.  Setiap judul tidak saling bersambung dan tidak berlanjut ke lembaran berikutnya, maka untuk mencerna satu tema hanya diperlukan waktu beberapa menit saja.

Karakter kartunnya cukup lucu dengan gaya manga semi realis model cartoon style. Gambarnya, dari kepala hingga kaki proporsinya tak seimbang. Melalui karakter-karakter itulah petuah-petuah bijak sukses disajikan dengan santai. Misalnya petuah KH. Abdullah Syukri Zarkasyi: “Ikhlas membuat kita menjadi tegar, kuat, dan berprinsip” dan “Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keberuntunganmu“. Mungkin karena lengkapnya, penerbitnya mengklaim buku ini sebagai bacaan wajib bagi calon santri Gontor dan orang tuanya, serta sunnah muakad bagi para alumninya.

Judul: Top Secret Santri Gontor

Penulis: Rochman Romadhon

Penerbit: Rene Islam

Genre: Komik

Tebal: 168 Halaman

Edisi: Cet 2, Agustus 2021

ISBN: 978-623-1201-90-9

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Ini Dia, 5 Rekomendasi Novel Remaja yang Wajib Kamu Baca

Selanjutnya

Buku “B.J. Habibie Dalam Kenangan” Bakal Rilis Segera

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Buku “B.J. Habibie Dalam Kenangan” Bakal Rilis Segera

Buku “B.J. Habibie Dalam Kenangan” Bakal Rilis Segera

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Membangkitkan "The Santri" di Hari Santri - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In