Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Pelajaran Cinta dari Hello Cello: Cintai Diri Sendiri Sebelum Mencintai Lainnya

Resensi Novel "Hello Cello" Karya Nadia Ristivani, Penerbit Bukune

Oleh Rizal Siddiq
13 Juli 2023
di Resensi
A A
buku novel hellocello

Cerita dalam buku “Hello Cello” ini membawa pembaca dalam perjalanan yang menghibur dan menginspirasi. Kisah romantis antara Cello dan Helga, yang dipenuhi dengan komedi dan keanehan, berhasil membangkitkan perasaan positif dan mengajarkan pentingnya mencintai diri sendiri.

Dalam novel ini, penulis Nadia Ristivani berhasil menggabungkan unsur romantis dan komedi dengan cerdas. Alur cerita yang tidak biasa dan segar membuat pembaca terus terpikat dan ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak hanya itu, dialog-dialog yang cemerlang dan adegan-adegan yang lucu membuat pembaca terhibur sepanjang pembacaan.

Alur Cerita Hello Cello

Salah satu keunggulan buku ini adalah karakter-karakter yang kuat dan unik. Helga sebagai seorang penulis yang penuh dengan luka dan trauma dari masa lalunya, menghadirkan sisi yang kompleks dan menarik. Sementara itu, Cello sebagai buaya kampus yang awalnya hanya tertarik pada Una, sahabat Helga, berkembang menjadi karakter yang menginspirasi ketika ia semakin dekat dengan Helga. Kedua karakter ini saling melengkapi dan menghadirkan dinamika yang menarik dalam cerita.

Tema yang diangkat dalam buku ini juga memiliki pesan moral yang penting. Pesan tentang pentingnya mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain menjadi poin utama yang disampaikan dengan baik. Kisah Helga yang telah mengalami banyak patah hati sebelumnya mengajarkan pembaca untuk tidak terjebak dalam siklus yang merusak dan untuk fokus pada diri sendiri sebelum menjalin hubungan dengan orang lain.

Selain itu, setting cerita yang berlatar belakang dunia perkuliahan juga memberikan keaslian pada cerita. Penggambaran kehidupan kampus, persahabatan, dan dinamika hubungan antar karakter menjadikan buku ini relevan dengan pembaca muda yang sedang mengalami masa-masa perkuliahan.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Gaya penulisan Nadia Ristivani juga layak mendapat apresiasi. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan mengalir dengan lancar. Sejalan dengan itu, deskripsi yang terperinci dan dialog yang hidup membuat pembaca dengan mudah terhubung dengan cerita dan karakter-karakter di dalamnya.

Secara keseluruhan, “Hello Cello” adalah sebuah novel yang menghibur, menginspirasi, dan menyampaikan pesan penting tentang mencintai diri sendiri. Kisah romantis yang diwarnai dengan komedi dan keanehan, serta karakter-karakter yang kuat dan unik, membuat buku ini menjadi pilihan yang tepat untuk dinikmati oleh pembaca yang mencari hiburan dan inspirasi dalam satu paket.

Dengan gaya penulisan yang cerdas dan alur cerita yang menarik, buku ini tidak akan mengecewakan pembaca yang ingin menghabiskan waktu dengan cerita yang menyenangkan dan bermakna.

Identitas Buku

Judul Buku Hello, Cello.
Penulis Nadia Ristivani
Penerbit Bukune
Dimensi 13 × 18,5 cm
Cetakan Mei 2022
Halaman 428
Cover Soft Cover
ISBN 9786022204381
Topik: buku best sellerbuku novelHeadlinehello celloresensi novel
SendShareTweetShare
Sebelumnya

6 Fakta Unik tentang Buku, Nomor 3 Bikin Sakit Mata

Selanjutnya

Ajaran Kiai Gontor: Menggali Hikmah dalam Pendidikan Islam

Rizal Siddiq

Rizal Siddiq

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
buku ajaran kiai gontor rene islam

Ajaran Kiai Gontor: Menggali Hikmah dalam Pendidikan Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In