Minggu, 15 Februari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Mengenalkan Nabi dan Rasul Kepada Anak Sejak Dini. Bagaimana Caranya?

Insya Allah anak akan menjadi saleh karena meneladani kisah nabi dan Rasul

Oleh Erdy Nasrul
14 Desember 2021
di Resensi
A A
Resensi buku Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids karangan Erna Fitrini penerbit Mizan oleh Jakarta Book Review

Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids, karangan Erna Fitrini, diterbitkan oleh Mizan, diresensi oleh Jakarta Book Review

Setelah mengenal ayah dan ibu, anak akan mengenal orang-orang yang ada di sekitarnya. Selain itu, terserah si orang tua akan mengenalkan tokoh siapa kepada si anak. Kalau dibiarkan, maka anak akan mengenal youtuber, artis, dan lainnya. Kalau sudah begitu, belum tentu anak akan meneladani kebaikan mereka.

Alangkah baiknya bila buah hati kita dikenalkan para nabi dan rasul. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah yang saleh. Hatinya mengagungkan asma Allah setiap saat. Perangainya penuh kemuliaan. Tutur katanya menunjukkan keimanan yang tulus. Apabila orang tua mengenalkan para nabi dan rasul kepada anak sejak dini, maka mereka akan cepat meniru perangai, doa, ibadah, dan perkataan bijak mereka.

Bagaimana cara mengenalkan para utusan Allah? Caranya adalah dengan mengajak anak membaca buku kisah nabi dan rasul. Ada sejumlah penerbit mencetak dan menjual buku tersebut. Salah satunya adalah Penerbit Pelangi Mizan. Bukunya berjudul Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids karangan Erna Fitrini.

Ini buku didesain lux, sehingga mengundang daya tarik anak membacanya. Kovernya dibuat keras (hard cover). Warna dasarnya merah tua. Kemudian diramaikan gambar simbol binatang dan tumbuhan.

Tak seperti buku pada umumnya yang menggunakan kertas book paper yang ringan, buku Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids ini menggunakan kertas art paper yang tebal, dan (sedikit) berat. Ditambah lagi desain setiap halaman yang penuh warna menambah daya tarik anak untuk terus membaca buku ini. Bahkan sampai mereka genggam dan (mungkin) enggan meminjamkannya kepada orang lain.

BACA JUGA:

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Konten buku dibuat dengan gaya bertutur yang ramah anak. Pada bagian pertama, penulis akan mengenalkan Nabi Adam. “Teman-teman, tahukah kalian bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama di alam semesta ini?” begitu kalimat pembuka yang mendorong anak mengenal Nabi Adam. Cerita terus berlanjut, membahas bagaimana Adam diciptakan, dan siapa pasangan hidup yang menjadi tambatan hatinya.

Kemudian bagaimana Allah begitu memuliakan Adam sehingga memerintahkan semua makhluk bersujud kepadanya. Namun, meski Allah sudah memerintahkan demikian, ada yang berani menentang amar tersebut. Siapakah si penentang itu? Makhluk apa gerangan yang berani melanggar perintah Allah? Apa alasannya? Pasti sudah tahu jawabannya. Tapi cara Erna Fitrini menguraikan jawaban tersebut sangat ramah anak.

Begitu juga ketika mengisahkan yang lain. Ada nabi yang dikenal guanteng…meski ketampanan itu adalah pancaran dari kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Kemudian ada pula nabi yang berdakwah di kota yang masyarakatnya mengukir bukit batu….wow…..bukit lho,  bukan sekadar bongkahan batu. Bukit itu diukir apik yang arsitekturnya menyerupai wajah istana Romawi dan Yunani. Nah ukiran mereka yang sudah ribuan tahun usianya masih ada di Al-Ula dekat Kota Madinah Arab Saudi, dan Petra di Yordania. Nah nabi siapakah yang berdakwah di sana? Hayo jawabannya ada di buku Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids halaman 28.

Buku tersebut merujuk ke beberapa sumber. Yang paling primer adalah Qishashul Anbiya Ibnu Katsir. Ini memang menjadi acuan Muslim menggali sejarah para nabi. Melalui Qishashul Anbiya, al-Hafizh Ibnu Katsir menghimpun berbagai keterangan dari kisah terdahulu, Alquran, dan hadis Rasulullah SAW, tentang riwayat para nabi. Selain itu, Erna Fitrini juga merujuk kepada Biografi Nabi Muhammad karangan Husein Haikal.

Harus dipahami, bahwa riwayat para nabi yang ada dalam buku karangan Erna Fitrini ini baru sebatas pengantar. Jadi kurang mendalam. Sekadar mengenalkan ada nabi Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, dan seterusnya.

Sebenarnya ada nabi selain 25 nabi yang diceritakan dalam buku Erna Fitrini. Seperti Nabi Syits, Nabi Khidir, Jeremiah. Juga ada raja yang berjasa besar menyelamatkan manusia seperti Zulkarnain (Penguasa Persia Cyrus Agung). Ada yang mengatakan bahwa Zulkarnain adalah Nabi.

Nah, melalui kisah para nabi ini, orang tua membimbing anak-anaknya untuk meneladani akhlak mulia mereka. Nabi Adam misalkan, adalah sosok yang tidak putus asa kepada Allah, meski dipindahkan dari surga ke bumi. Adam adalah sosok yang setia mencintai pasangan hidupnya, Hawa, dan mendidik anak dengan baik.

Nabi Yusuf adalah sosok yang sepenuh hati beribadah kepada Allah meski dibuang ke sumur dan menjadi budak. Tak ada sedikit pun terbesit dalam hatinya untuk berpaling dari Allah.

Terlebih ketika menceritakan Nabi Muhammad SAW. Itu ada banyak akhlak mulia. Kesabarannya luar biasa, meski dilempari kotoran dan batu hingga menyebabkan wajahnya terluka. Malaikat datang menghadap Rasulullah SAW dan menunggu perintah Sang Nabi, mau diapakan itu orang Thaif yang menzaliminya. Tapi Nabi menahan si malaikat untuk tidak melakukan apa-apa. Biarkan saja orang-orang Thaif demikian, karena mereka tidak tahu. Dan kelak dari rahim mereka akan lahir banyak orang beriman.

Belum lagi kesabaran Nabi Muhammad ketika dihujat dan dimusuhi banyak petinggi Quraisy di Makkah. Dalam keadaan demikian, istrinya, Khadijah, yang menjadi tambatan hati dan pelindungnya, tutup usia. Nabi begitu bersedih sampai akhirnya Malaikat Jibril datang dan membawanya bertamasya dengan Buraq hingga Sidratul Muntaha.

Ibrah yang harus ditekankan dalam menjelaskan kisah kenabian adalah akhlak mulia dan kesungguhan beriman kepada Allah. Baru kemudian masuk ke cerita mukjizat yang di luar batas nalar. Jadi afdhalnya, jangan dimulai dari mukjizat dulu. Maksudnya apa? Agar anak-anak meneladani akhlak para nabi dan rasul. Agar mereka menjadi orang saleh seperti para utusan Allah yang kisahnya mereka baca.

Kalau boleh saran, seharusnya buku ini mencantumkan juga ayat Alquran dan hadis yang dikutip dalam bahasa Arab. Tidak hanya artinya. Maksudnya adalah agar anak terdorong atau setidaknya mengenal Bahasa Arab yang merupakan gerbang masuk khazanah keislaman yang luas.

Mengenalkan kisah teladan semacam ini adalah tradisi yang sudah dilakukan banyak orang dari banyak peradaban. Orang Cina mengenalkan kisah ‘3 Kerajaan’ kepada anak-anaknya lengkap beserta keteladanan para raja dan pasukan perangnya. Nah kita sebagai umat Islam, mengenalkan kisah para nabi beserta orang-orang saleh yang banyak menginspirasi kehidupan ini. Ayo kita ajak anak-anak kita lebih dekat dengan orang saleh agar kelak mereka menjadi orang yang dekat di sisi Allah, sehingga akhlaknya terjaga dan tutur katanya menenangkan hati.

Judul : Kisah 25 Nabi dan Rasul For Kids
Penulis : Erna Fitrini
Penerbit : Mizan
Edisi : Hard Cover Cetakan ke 13 2021
Ukuran : 28 x 21,5 cm
ISBN : 978-602-0863-39-9

Diresensi oleh Jakarta Book Review

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Be My Wife: Penemuan Makna Terdalam Sebuah Pernikahan

Selanjutnya

Homo Deus: The End of Humanity

Erdy Nasrul

Erdy Nasrul

Pegiat literasi

TULISAN TERKAIT

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Resensi buku Homo Deus Masa Depan Umat Manusia, penulis Yuval Noah Harari penerbit Pustaka Alvabet diresensi oleh Jakarta Book review

Homo Deus: The End of Humanity

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In