Jumat, 23 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Izhatun Nasyi’in: Hidup Sering Kali Tidak Baik-Baik Saja, Tapi Kita Bisa Mengatasinya

Resensi kitab Izhatun Nasyi’in: kitab akhlaq wa adab wa ijtima karya Syekh Musthafa al-Ghalayain terjemah Turos Pustaka

Oleh Mujib Rahman
9 Maret 2022
di Resensi
A A
Kitab Izhatun Nasyi’in: Hidup Sering Kali Tidak Baik-Baik Saja, Tapi Kita Bisa Mengatasinya (Izhatun Nasyi’in: kitab akhlaq wa adab wa ijtima) karya Syekh Musthafa al-Ghalayain terjemah Turos Pustaka

Kitab Izhatun Nasyi’in: Hidup Sering Kali Tidak Baik-Baik Saja, Tapi Kita Bisa Mengatasinya (Izhatun Nasyi’in: kitab akhlaq wa adab wa ijtima) karya Syekh Musthafa al-Ghalayain terjemah Turos Pustaka

Kehidupan dunia ini selalu diwarnai masalah dan kesulitan. Allah mengubah-ubah keadaan manusia dari lapang menjadi sempit, dari terhormat menjadi hina, dan dari sedih menjadi gembira, agar manusia bergantung kepada Allah.

Kepada hamba-hambanya yang saleh, Allah tidak menjanjikan bebas dari masalah, tetapi selalu diberi solusi dalam menghadapinya. Semakin tinggi derajat seseorang di mata Allah, bukan berarti semakin mulus grafik hidupnya. Sebaliknya, semakin tinggi ujian baginya.

Allah tahu kapasitas hambanya dan tidak memberi beban hidup melebihi kemampuannya. Namun orang-orang yang lemah iman menyikapi problematika hidup dengan kepanikan, seolah-olah semua itu datangnya bukan dari Allah.

Kitab Izhatun Nasyi’in karya Syekh Musthafa al-Ghalayain (1885-1944 M) ini penuh nasihat bagi kaum muda agar mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Buku ini didesain sebagai pegangan bagi anak-anak muda agar tidak salah memilih jalan hidup. Pada kurun waktu akhir perang dunia kedua, saat kitab ini ditulis, penyakit sosial dan dekadensi moral tengah menjadi masalah di mana-mana.

Dengan narasi yang rasional, Syeh Musthafa mengetengahkan poin-poin kepribadian unggul dengan persuasi agama. Jatuhnya jadi motivasi bergaya religius yang menggugah semangat lagi meningkatkan iman. Di antara yang ditekankan dalam buku ini adalah berani menghadapi tantangan, pantang menyerah, jujur dan bersahaja, solidaritas dan kepekaan sosial, berpegang teguh pada agama, menghormati wanita, dan membangkitkan kebahagiaan dari dalam jiwa.

BACA JUGA:

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

The Great Gatsby: Kemewahan, Cinta, dan Kehampaan

Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir yang mengajar di berbagai universitas di Beirut, Lebanon ini juga menandai berbagai problem potensial yang sering dialami anak muda dan memberikan jurus preventifnya.

Orang-orang yang berjiwa lemah umumnya memandang dirinya dari sudut pandang sempit dan subyektif. Dia tak pernah mencoba memakai kaca mata orang lain untuk melihat terbalik. Orang seperti ini dengan jumawa membuat rencana-rencana dan bertendensi sukses, seolah-olah dia yang mengatur takdir. Orang yang seperti ini tidak berilmu, egois, dan berhalusinasi tentang masa depan.

Karena melihat diri sendiri dari sudut yang sempit, orang ini selalu merasa lebih mulia, istimewa, dan menjadi pusat perhatian. Akibatnya, ia bisa kecewa, stress, bahkan frustrasi dengan keadaannya. Padahal di luar sana banyak individu lain yang nasibnya jauh lebih buruk, tetapi baik-baik saja.

Orang yang memiliki cara pandang sempit, dunianya akan gelap seperti kondisi bumi yang terselubungi awan tebal. Dengan watak ini dia menghilangkan kemuliaan yang ada pada dirinya dan menafikan keagungan dan kemahakuasaan Allah. Sifat ini merupakan perangai yang hina.

Segmen yang disasar Syekh Musthafa Al-Ghalayain adalah anak-anak muda yang tengah membangun jati diri. Namun buku ini relevan dibaca siapapun yang membutuhkan rasionalisasi nalar dan asupan dogmatis untuk bisa berdiri tegak di tengah gelombang cobaan. Syekh Musthafa meminta generasi muda tidak mengejar sukses atau prestasi sempurna, tetapi cukup menjadi diri sendiri yang tangguh secara mental.

Petuah-petuahnya penuh dengan semangat dan motivasi yang inspiratif, sekaligus heroik. Kitab ini disebut-sebut sebagai salah satu pemberi inspirasi pendiri jamiyah Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari pada saat mencetuskan Resolusi Jihad, yakni seruan mengangkat senjata melawan penjajah. Karena berimpliasi menggelorakan semangat kaum muda, kitab ini dianggap membahayakan penguasa kolonial dan untuk itu pernah dilarang diajarkan di pesantren-pesantren oleh pemerintah Hindia Belanda.

Di dalam kitab ini memang ada bab-bab yang secara eksplisit membahas revolusi, meskipun konteksnya moral dan budaya, bukan politik. Di halaman 55 misalnya, “Mereka yang menggugah bangsa untuk bangkit serta mendorongnya untuk meninggalkan kebiasaan- kebiasaan buruk dan moral-moral yang bobrok. Mereka itu harus terus menerus bergerak memotivasi bangsa hingga tercapai apa yang dicita-citakan”.

Secara umum pembaca selalu bahwa hidup ini sering kali tidak baik-baik saja, tetapi kita bisa menghadapinya. Masalah demi masalah akan datang silih berganti menjadi problematika yang dinamis. Itu semua harus dihadapi, bukan ditakuti, disingkiri, atau bahkan lari dari kenyataan.

Terkadang masalah bisa datang dari imajinasi diri yang tidak relevan dengan keadaan faktual. Contohnya orang yang mengaitkan kebahagiaan dengan karier yang bagus, pendidikan tinggi, dan materi yang melimpah. Akibatnya seseorang menjadi jumawa karena sukses secara materiil dan terpuruk apabila gagal secara ekonomi.

Watak hedonis dan budaya meritokrasi di era modern telah menyeret manusia pada ideologi materialistik. Syekh Musthafa mengingatkan, kebahagiaan itu bukan dicari tetapi diciptakan (h136). Kebahagiaan dapat didefinisikan secara subyektif dan itu terserah yang merasakannya. Jadi jangan menunggu pencapaian tertentu baru bahagia, karena keduanya tidak ada kaitan.

Syekh Musthafa bernama lengkap Musthafa bin Muhammad Salim al-Ghalayain. Sebagaimana para pembaharu Islam kontemporer, ia berguru kepada Muhammad Abduh dan banyak mengadopsi semangat dan pikirannya. Dalam segi lain, misalnya dalam hal membangun mental anak-anak muda, narasi yang dibangun Syekh Musthafa ada miripnya dengan Imam al-Ghazali dalam kitab Ayyuha la-Walad.

Untuk mendapatkan buku ini dengan harga terbaik, klik di sini

Judul: Hidup Sering Kali Tidak Baik-Baik Saja, Tapi Kita Bisa Menghadapinya

Judul Asli: Izhatun Nasyi’in: Kitab Akhlaq wa Adab wa al-Ijtima

Penulis: Syekh Musthafa al-Ghalayain

Penerbit: Turos Pustaka

Genre: Spiritual/ Religi

Edisi: Cetakan 1, Februari 2022

Tebal: 369 Halaman

ISBN: 978-623-7327-653

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Keren, Perpustakaan Nagari Raih Predikat Terbaik Nasional Tiga Kali Berturut

Selanjutnya

Kitab Minhajul ‘Abidin

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Cover buku "The Great Gatsby"

The Great Gatsby: Kemewahan, Cinta, dan Kehampaan

9 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Kitab Minhajul Abidin

Kitab Minhajul ‘Abidin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In