Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Lewat Yayasan ini, Anak HIV Dapat Literasi

Oleh Erdy Nasrul
3 Desember 2022
di Berita Buku
A A
Ilustrasi anak HIV

Kemenkes

Ada banyak anak HIV (human immunodeficiency virus). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak 2010 hingga 2022 tercatat terdapat 12.553 anak yang berusia di bawah 14 tahun yang terinfeksi HIV.

Meski demikian, anak tetap berhak mendapatkan pendidikan. Mereka harus sekolah untuk: pertama, belajar, dan kedua, membaca buku berkualitas. Dengan begitu mereka menjadi insan cerdas.

Sekolah ceria Anak HIV

Yayasan Huni Meku Manise memprogramkan sekolah ceria dan kelas inspirasi bagi Anak HIV AIDS (ADHA) dan anak terdampak HIV di Kota Ambon.

Program sekolah ceria dan kelas inspirasi diluncurkan pada September 2022. “Ini berkaitan dengan bagaimana memberikan edukasi bagi anak positif HIV dan terdampak,” kata Ketua Yayasan Huni Meku Manisez Evelyn Kaya, di Ambon, beberapa waktu lalu.

Sekolah ceria merupakan program pengendalian HIV melalui pendidikan. Tujuannya agar ADHA maupun anak terdampak bisa belajar dan bermain bersama. Mereka tidak terdiskriminasi orang sekitar.

BACA JUGA:

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

Terbagi menjadi dua kelas

Sekolah ceria diikuti 25 orang anak. Mereka terbagi dalam dua kelas. Yakni usia 1-5 tahun dan 6-10 tahun.

Untuk anak usia 1-5 akan banyak bermain. Sedangkan usia 6-10 tahun anak gemar membaca buku. Guru di sana mendidik mereka agar lebih aktif berbicara. Misalnya membaca buku untuk diceritakan kembali dalam bentuk permainan.

Melalui sekolah ceria, anak dan orang tua berkolaborasi dalam kelas inspirasi. Tujuannya agar mereka bisa berbaur. Semuanya saling menguatkan. Orang tua menjelaskan status anak dan orang tuanya, agar tidak ada stigma dan diskriminasi.

Orang tua akan memberitahu kondisi penyakit anak secara bertahap bahwa di dalam tubuhnya ada kuman atau virus sehingga mereka harus minum obat ARV secara rutin.

Evelyn menambahkan, di kelas inspirasi pihaknya dibantu aktivis anak dari Jakarta yang membantu di Yayasan untuk memberikan penguatan kepada orang tua dalam bentuk sharing atau berbagi.

“Sekolah ceria dilakukan sebagai upaya mengurangi stigma anak, walau kebanyakan orang menganggap HIV sebagai kutukan,” ujarnya.

Topik: aidsanakHIVliterasisekolah
SendShareTweetShare
Sebelumnya

5 Buku Best seller Tiktok Shop 21-27 Nov 2022

Selanjutnya

Mengintip Rahasia Hidup Bahagia dari Banyak Negara

Erdy Nasrul

Erdy Nasrul

Pegiat literasi

TULISAN TERKAIT

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Review buku The Atlas of Happiness

Mengintip Rahasia Hidup Bahagia dari Banyak Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In