Rabu, 21 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Resensi Buku “Dikira Guyon, Ternyata Sindiran”

Sebuah Perjalanan Kang Pardi dalam membahas isu-isu sosial karya Indra Armanda

Oleh Dimas Yusuf
11 Agustus 2025
di Resensi
A A
Gambar: Gramedia Digital

Gambar: Gramedia Digital

Kalau ada satu buku keluaran terbaru yang dapat menggambarkan kondisi masyarakat di Indonesia saat ini. Mungkin keluaran buku dengan judul “Dikira Guyon, Ternyata Sindiran” karya Indra Armanda ini dapat menggambarkan kondisi sekarang. Di tengah-tengah berita yang membuat masyarakat tak habis pikir. Indra Armanda sebagai penulis buku ini, menghadirkan tokoh sebagai orang yang memantik obrolan-obrolan politik yang biasa terjadi di warung-warung kopi.

Kadang kala, obrolan politik di ruang-ruang formal sangat sulit dimengerti oleh masyarakat umum, apalagi kalangan bawah. Dari membicarakan berbagai isu seperti agama yang menjadi “alat” politik, membenarkan bahwa keyakinannya lebih tinggi dibandingkan yang lain, dan penolakan atas ide baru. Kita sebagai pembaca akan melihat kondisi sebenarnya dari obrolan jenaka di tengah-tengah masyarakat.

Terdapat Tokoh Yang Menjadi Pemantik Obrolan

Kalau di tongkrongan zaman SMA atau di kuliah ada teman yang bisa ngobrolin apa aja jadi bahan obrolan yang asik. Tokoh yang diberikan nama “Kang Pardi” di dalam buku “Dikira Guyon, Ternyata Sindiran” ini menjadi pembuka obrolan. Kadang kala, tokoh Kang Pardi ini memberikan pernyataan yang oposisi dari obrolan yang tengah berlangsung.

Di dalam buku “Dikira Guyon, Ternyata Sindiran”, pembaca akan melihat cara berpikir dari Kang Pardi yang sangat realistis dan jauh dari kata “kepentingan pribadi” dalam argumen-argumennya. Di dalam BAB pertama saja terkait obrolan toleransi dan pancasila, perseteruan antara Kang Pardi dan Cak Mbulet dalam memandang tokoh agama-pun dibahas sampai larut malam.

Kalau bisa dibilang, tokoh Kang Pardi ini menjadi penerjemah buat warga-warga sekitar untuk mengetahui konteks pembicaraan, cara berpikir yang lebih sistematis, dan menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga, penghuni warung-warung kopi dan pos jaga komplek menjadikan Kang Pardi sebagai orang yang diminta pendapatnya.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Antar BAB di dalam buku “Dikira Guyon, Ternyata Sindiran” pembaca akan mengikuti Kang Pardi bertemu dengan orang-orang yang berbeda pandangan. Menghadirkan diskusi yang menarik dengan topik yang berbeda-beda. Sembari membaca, pembaca buku ini akan berpikir “kira-kira mana yang argumennya bisa saya terima”.

Cocok Buat Kamu Yang…

Kalau kamu orang yang ekstrovert, suka update soal kondisi politik dan berita hangat saat ini. Buku ini cocok karena menampilkan karakter yang serba ngomenin isu yang sebagian orang dianggap sensitif. Cara penulis menggambarkan obrolan yang penuh perdebatan akan terlihat di buku ini.

Terlebih lagi, buku “Dikira Guyon, Ternyata Sindiran” banyak menggunakan kalimat langsung dalam menceritakan suatu isu dan argumen di setiap tokohnya. Ceritanya singkat-singkat dan mendalam, cocok buat kamu yang tidak suka basa-basi. Dipublikasikan dalam 92 halaman, menceritakan isu yang berbeda di setiap BAB-nya dengan sudut pandang masyarakat kecil.

Mungkin dulunya tokoh Kang Pardi sering baca buku “Attitude is Everything” karya Jeff Keller. Jadi bisa gabung sama komunitas atau paguyuban-paguyuban yang ada di sekitar rumahnya.

Jadi, sudah siap melihat obrolan Kang Pardi bersama orang-orang di warung kopi dan poskamling?

Judul: Dikira Guyon, Ternyata Sindiran

Penulis: Indra Armanda

Genre: Novel

Edisi: Cetakan Pertama, Mei 2025

ISBN: 978-634-7224-45-3

Topik: Dikira guyon ternyata sindiranNovelresensi
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Atomic Habits, Karya James Clear yang Masih “Nangkring” di New York Times Bestseller

Selanjutnya

Memaknai Hidup dari Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Dimas Yusuf

Dimas Yusuf

Redaktur Jakarta Book Review (JBR)

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Memaknai Hidup dari Buku “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

Memaknai Hidup dari Buku "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In