AMBIL MADUNYA, JANGAN KOYAK SARANGNYA
Nasihat Uwais al-Qorni, bila hari ini Anda berbuat, maka kelak Anda yang akan menuainya. Bila hari ini Anda merugi, kelak Anda akan dapat penggantinya. Bila hari ini Anda bersedih, kelak akan Anda rasakan senyum kebahagiaan. Jika hari ini Anda disengat kalajengking, ketahuilah bahwa itu akan menjadi panawar yang tinggi dari bisa ular. Jika hari ini Anda ada di penjara cobalah lihat keluar di sana ada cahaya yang bisa Anda harapkan terangnya. Itu berarti Anda orang yang optimis. Tapi bila Anda pesimis, Anda hanya akan melihat ke bawah, tertunduk dan menangis. Jika Anda hari ini hanya diberi jeruk yang masam, cukuplah Anda tambahkan gula hingga menjadi minuman yang segar. Jika Anda hari ini sedang ditertawakan dunia, ketahuilah bahwa Anda sedang dibersihkan dosanya sehingga Anda diizinkan kembali kepada Allah dalam keadaan bersih, sebagaimana dahulu Anda datang ke dunia.
Malam yang masih menyelimuti Anda, pasti akan segera pergi dan berganti fajar yang indah. Kuncinya, Anda sabar dalam menghadapi segala ujian, dan ketidaknyamanan. Sandarkan seluruhnya kepada Allah Yang Mahakuat. Sungguh tidak rela, dan Anda pun tentu tidak rela, bila di sini Anda merasa berat menanggung beban ujian, di sana Anda lebih berat lagi. Berat ujian di sini dan lebih berat lagi di akhirat kelak, itu hanyalah milik orang-orang kafir, orang-orang munafik. Tidak untuk Anda.
Jangan takut dengan segala beban yang Anda pikul sekarang. Pada saat yang tepat, beban yang Anda pikul dengan kekuatan hati, akan terjual semuanya. Ya, terjual semuanya hingga Anda merasa sangat ringan. Pastikan terjalin hubungan yang erat antara Anda dengan Allah, beban itu akan menjadi ringan. Dan takutlah bila Anda jarang atau bahkan tidak lagi berhubungan dengan-Nya. Anda akan kehilangan semuanya.
Perhatikan anak kecil yang menyambut ayahnya pulang dari kantor. Ia berlari menuju ayahnya dan meraih koper yang ditenteng oleh ayahnya. Betapa bangganya anak kecil itu. Ia tersenyum dan merasa telah membawa beban milik ayahnya. Ia merasa kuat dan beban itu terasa ringan baginya. Padahal sang ayah masih tetap ikut membawanya dan membiarkan tangan anaknya ikut menentengnya. Demikianlah Anda. Anda bisa menahan beban derita yang berat, Anda berkesanggupan untuk memikulnya, itu karena Allah Swt. yang tetap meringankan beban kehidupan Anda. Allah pasti sudah mengukur tingkat kekuatan Anda. Vidaklah Allah akan membebani hambanya sampai melebihi batas kemampuannya. Tidak.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS al-Baqarah [2]: 286).
Ketahuilah dan yakinlah bahwa sesungguhnya dalam setiap cobaan berat yang Allah Swt. berikan untuk Anda, di dalamnya da hikmah dan pahala yang besar menyertainya. Pahala yang Allah sedikan untuk Anda sesuai dengan kesanggupan Anda dalam memikul beban derita. Kekuatanmu itulah kesabaranmu. Dan, kesabaranmu itulah hargamu.
Seperti sabda Rasulullah saw.,
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Siapa saja yang rida, maka ia yang akan meraih rida Allah. Siapa saja yang tidak suka, maka Allah pun dkan murka.” (HR Ibnu Majah).
Sabdanya lagi,
“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan badanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR Tirmidzi, hasan shahih kata Syekh al-Albani).
Dan dalam sabdanya yang lain,
“Tiada henti hentinya cobaan akan menimpa orang mukmin dan mukminat, baik mengenai dirinya, anaknya, atau hartanya sehingga ja kelak menghadap Allah Swt. dalam keadaan telah bersih dari dosa.” (HR Tirmidzi).
Sebenarnya, Anda mampu untuk bersabar. Pasti Anda bisa keluar dari cobaan hidup dengan baik-baik saja. Kuncinya satu: iman yang kuat. Tanyakan pada diri sendiri saat Anda ditimpa ujian berupa kesulitankesulitan, kesedihan, atau kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi Anda. Bersabarkah Anda? Atau Anda tidak terima? Keduanya merupakan sikap yang saling tolak. Hasil akhirnya yang bisa diperoleh pun tidak mungkin bisa bersatu.
Bila Anda tidak bersabar, lalu adakah manfaat yang bisa Anda ambil? Apakah ketidaksabaranmu akan dapat mengembalikan hal ihwal seperti sebelum terjadinya cobaan? Tentu saja tidak. Apakah dengan tidak sabar dan tidak ridanya Anda bisa menghadirkan kenyamanan untuk Anda? Tentu saja tidak. Sekarang pikirkan kembali, Anda sabar atau tidak sabar, rida atau tidak rida, ujian atau musibah tetap terjadi dan menimpa Anda.
Jadi, lebih baik Anda terima dengan penuh kesabaran. Karena itu adalah hadiah dari Kekasihmu. Tidak mungkin Zat Yang Maha Mencintai akan menyia-nyiakan usaha hamba-hamba-Nya yang dicinta. Dan, hamba-hamba yang mencintai-Nya tidaklah merasa berat dengan ujian dari Yang Maha Mencintai. Ingatlah dalam sabar terkandung tida Allah Swt., dan keridaan-Nya adalah segalanya.
Seperti madu yang dihasilkan ribuan lebah. Berapa pun madu yang diproduksi oleh lebah-lebah itu tak setetes pun yang jatuh dari saranganya. Artinya, sesuatu kemanfaatan yang akan diberikan kepada manusia tidaklah secara cuma. cuma. Perjuangan Anda untuk bisa menikmati madu tenty butuh ketekunan dan kesabaran. Sedikit sengatan lebah itu hal biasa bila dibandingkan dengan madunya yang luar biasa.
Dibutuhkan strategi jitu untuk bisa mendapatkan madu. Ambillah madunya tapi jangan koyak sarangnya. Merusak sarangnya berarti membatasi perolehan madunya. Menghancurkannya berarti menghentikan produksinya. Ambil hikmahnya dari semua musibah yang Anda tanggung. Janganlah Anda mengeluh apalagi menghujat. Mengeluh berarti menumpahkan madu yang telah Allah persembahkan untuk Anda.
“Ya, Allah, aku memohon Repada-Mu agar dapat mengerjaRan berbagat kebaikan, meninggatkan Remungkaran, dan mencintat orang-orang miskin. Seandainya Engkau menghendaki fitnah bagi manusia, kembalikanlah aky Repada-Mu tanpa terkena fitnah.” —HR_ Imam Matik_dan al-Bazzar.











