Rabu, 1 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

The Rules Of Wealth

Oleh Siti Khotijah
27 Desember 2021
di Nukilan
A A
The Rules Of Wealth

The Rules Of Wealth (Foto: Istimewa)

Putuskan sikap Anda terhadap risiko

Apakah saya mengatakan bahwa uang hanya bisa diperoleh dengan investasi yang berbahaya dan upaya untung-untungan? Tidak, saya tidak mengatakan demikian. Dalam kasus itu, apakah saya menyarankan agar berhati-hati dan memegang baik-baik setiap sen uang Anda? Tidak, saya juga tidak menganjurkan hal itu.

Apa yang saya sarankan adalah tentukan sendiri tingkat risiko yang Anda sukai — tidak baik jika saya yang menentukannya. Anda harus menentukan sikap dan selera Anda terhadap risiko. Saya pribadi menyukai gagasan untuk mendekati risiko, dalam hal keuangan. Namun, sikap saya benar-benar berbatasan dengan berhati-hati sehingga saya tidak ingin mengambil risiko. Saya mendapati daya tarik pada skema berisiko di mana Anda bisa langsung kehilangan semua uang Anda atau mendapatkan kekayaan. Namun saya tidak menuruti godaan saya tersebut. Anak-anak saya masih kecil dan merekalah yang utama.

TENTUKAN SENDIRI TINGKAT RISIKO YANG ANDA SUKAI

Begitu Anda memutuskan sikap Anda terhadap risiko, perencanaan Anda akan menjadi lebih mudah. Anda dapat menyesuaikan Strategi Anda untuk menggapai kemakmuran. Anda bisa memilih untuk menjadi kura-kura atau kelinci.

BACA JUGA:

5 Alasan Kenapa The E-Myth Revisited Harus Kamu Baca Sebelum Bisnismu Diam-Diam Runtuh!

Ingin Bisnis Jalan Sendiri, Kamu Bisa Liburan Tanpa Cemas? Temukan Rahasianya di Buku The E-Myth Revisited

The Power Of Azan

The Culture Code

Tentu saja sikap kita terhadap risiko akan berbeda-beda, bergantung pada proyeknya. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah:

  • Usia Anda — kita lebih berani menghadapi risiko saat lebih muda.
  • Komitmen keluarga — Jika Anda seperti saya, punya anakanak kecil, Anda pasti lebih berhati-hati. Jika mereka semua sudah mandiri, Anda mungkin siap mengambil risiko lebih tinggi.
  • Pendapatan dan/atau aset — Anda perlu menentukan persentase kekayaan yang hendak dipertaruhkan. Semakin besar kekayaan Anda, semakin kecil risikonya — kecuali Anda siap mempertaruhkan seluruh kekayaan Anda.

Jika Anda ingin mengambil risiko, upayakanlah untuk menyeimbangkannya. Lakukan beberapa langkah pengamanan seperti:

  • Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang (kita akan membahas hal ini nanti).
  • Pertimbangkan berapa banyak stres dan ketegangan yang bisa Anda tanggung.
  • Perhatikan waktu — jangka panjang atau keuntungan jangka pendek.
  • Pertimbangkan kemampuan Anda dalam menanggung risiko. Perhitungkan pula skenario terburuk.
  • Berapa banyak informasi yang Anda miliki? Terlalu sedikit informasi meningkatkan risiko.

Hal lain yang dipertimbangkan adalah bagaimana Anda merespons risiko hidup. Hidup itu sendiri berisiko dan tidak ada yang pasti. Seberapa baik Anda beradaptasi ketika segala sesuatu tidak berjalan baik? Apakah Anda positif, dinamis, antusias, dan maju terus? Atau apakah Anda pemurung, tertekan, dan merasa ada yang kosong? Kenali diri Anda sendiri dan ketahui bagaimans Anda beradaptasi dan merespons perubahan. Ingatlah, risiko udak berarti buruk. Risiko berarti Anda tidak tahu bagaimané sesuatu akan berakhir.

Jangan berbinis dengan orang yang tidak Anda percayai

Ini aturan yang sangat sederhana: kita tidak berbisnis dengan orang yang tidak kita percayai. Sudah, itu saja. Hal ini juga berlaku untuk perusahaan, korporasi, pemerintahan, dan sebagainya. Mengapa kita tidak mempercayai mereka? Karena sesuatu yang tidak benar, sesuatu yang membunyikan bel peringatan dalam hati kita. Ada kalanya tanda-tandanya cukup jelas, namun ada kalanya juga tidak. Aturan ini terutama adalah tentang menggunakan intuisi Anda, mendengarkan kata hati Anda.

Jika Anda merasa ada sesuatu yang salah, tinggalkanlah. Dengarkan kata hati Anda. Setiap manusia diberkahi dengan petunjukpetunjuk di bawah sadar yang perlu diperhatikan dalam membuat keputusan. Kalau Anda mengabaikannya, Anda akan menyesal. Saya pernah mengalaminya. Kita semua pernah mengalaminya. Saya hampir melakukannya lagi beberapa waktu yang lalu. Saya hampir membeli sebuah mobil dari seorang penjual yang culas. Saya tahu ia culas, namun saya sangat menginginkan mobil itu. Saya tahu mobil itu hanya akan menyusahkan. Apa yang membuat kita mengabaikan tanda-tanda itu? Saya melakukan hanya satu hal yang masuk akal — menelepon seorang teman. la pun memaparkan risiko yang sebenarnya sudah saya ketahui dan menyakinkan saya untuk tidak membeli mobil itu. Teman yang baik.

Anda dapat menerapkan aturan ini ke berbagai situasi seperti Jika Anda tidak memercayai atasan Anda, jangan bekerja untuknya.’ ‘Jika Anda tidak memercayai pengasuh anak Anda, jangan tinggalkan anak-anak bersamanya.’ ‘Jika Anda tidak merasa nhyaman dengan penasihat keuangan Anda, carilah orang lain.’

Anda bisa memilih apa yang Anda lakukan dan bagaimana melakukannya, tetapi kalau Anda ingin menjadi Pengikut Aturan, maka Anda harus tegas mempertahankan apa yang Anda anggap benar, dan hanya menerima yang terbaik — selamanya. Dengarkan intuisi Anda, jadilah yang paling hebat, tegas, dan berani. Kalau situasinya terasa salah, mungkin memang begitu adanya. Kalau Anda merasa ada sesuatu yang salah dengan orang yang sedang berurusan dengan Anda, sebaiknya Anda menyingkir.

Kalau sesuatu berjalan seperti bebek, berbunyi seperti bebek, mungkin itu memang seekor bebek. Hindarilah. Menyingkirlah. Pegang erat-erat dompet Anda dan berlarilah.

DENGARKAN INTUISI ANDA, JADILAH YANG PALING HEBAT, TEGAS, DAN BERANI

Tidak ada kata terlambat untuk mulai menjadi kaya

Terkadang mudah sekali memercayai bahwa apa yang kita miliki, itulah jatah kita dalam hidup ini. Atau mengatakan, ‘Ah, seharusnya saya mulai menyiapkan dana pensiun sejak awal dua puluhan — sekarang sudah terlambat.’ Tapi kita bisa mengubah setiap hal yang kita inginkan — tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai menjadi kaya.

Lihat lagi Aturan 1 — setiap orang bisa menghasilkan uang. Hal itu tidak dibatasi oleh umur atau faktor waktu lainnya. Yang diperlukan hanyalah menggeser fokus Anda ke menjadi kaya, dan berbagai hal akan terjadi dengan sendirinya. Tentu saja jika Anda menginginkan lebih, Anda harus melakukan lebih banyak hal. Namun dengan mengganti fokus, Anda akan membuat roda bergerak dan kesejahteraan akan menghampiri Anda. Ini bukan omong kosong. Ini adalah fakta universal. Fakta Anda melakukan sesuatu — mengganti fokus Anda — sudah cukup.

Tidak peduli berapa lama Anda telah menjalani suatu jalur tertentu — kemiskinan, minimnya keberhasilan, atau apa pun ~ tidak dibutuhkan banyak pergeseran untuk mengubah arah. Perubahan arah bisa terjadi tidak peduli berapa lama Anda telah meninggalkannya. Tidak ada kata terlalu terlambat. Ini seperti kapal penjelajah samudera. Anda mungkin memerlukan ruang yang luas untuk berhenti, namun tidak butuh banyak untuk mengubah arah. Beberapa derajat pergeseran pada kemudi dan Anda akan berada dalam arah yang benar-benar berbeda dalam beberapa mil.

Dalam mencapai kesejahteraan, sama halnya dengan kebanyakan hal, ada masa-masa untuk mengubah arah. Begitu Anda menambahkan beberapa derajat ke kiri atau ke kanan, perubahan lintasan yang dihasilkan akan semakin besar dalam semacam gabungan cara.

Juga tidak ada kata terlambat untuk berinvestasi — dalam saham, obligasi, dana pensiun, gaya, kualitas, diri Anda sendiri, atau hidup. Dengan tetap waspada dan aktif, kita melawan kemerosotan ke dalam kepasifan dan apati seperti sikap orang yang beranjak tua. Ayah mertua saya (selalu menjadi sumber inspirasi) memulaj bisnis lain ketika berusia 75 tahun, dan bukan sekadar bisnis lama bisnis itu merupakan teknologi baru yang sulit dipaham, oleh kebanyakan orang berusia 50 tahun.

JUGA TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BERINVESTASI —DALAM SAHAM, OBLIGASI, DANA PENSIUN, GAYA, KUALITAS, DIR! ANDA SENDIRI, ATAU HIDUP

Namun, kalau Anda pikir sudah terlalu terlambat, mungkin memang demikian. Rahasianya adalah jangan pernah berpikir seperti itu. Kalau Anda berpikir bahwa Anda bisa menyerah dengan mudah, barangkali Anda akan melakukannya. Jangan memikirkannya. Ingat, kita sama-sama mengupas buku ini untuk membuat uang — sebagian untuk Anda dan sebagian lagi untuk saya. Saya akan melakukan bagian saya, yang terbalk dari saya, untuk membantu Anda meningkatkan kesejahteraat Anda. Jika Anda anggap ada hambatan — usia, jenis kelamin, ma atau kemampuan — maka akan sia-sia saja kalau Anda teruskan membaca buku ini. Hilangkan prasangka dan percayalah pada saya. Tidak pernah terlambat bagi kita untuk memulai sesuatu. Mulailah sekarang.

Mulai menabung sejak muda (atau ajari anak-anak Anda jika sudah terlalu terlambat untuk Anda)

Baiklah, mungkin sudah terlalu terlambat bagi Anda untuk menabung sejak dini. Kita tidak bisa mundur ke belakang. Tetapsi tentunya Anda bisa mengajarkan anak-anak Anda mengenai pentingnya mempelajari trik ini. Saya tidak menyarankan kata berhemat dan menabung agar bisa menabung. Menabung seharusnya adalah sesuatu yang kita lakukan secara alamiah. Saya kira ini adalah trik yang cepat Anda pelajari jika Anda bekena sendiri — atau bukan, jika Anda bangkrut. Setiap kali Anda memperoleh uang, sisihkanlah sebagian untuk pajak penambahan nilai dan pajak. Kegagalan melakukan hal itu berarti membanting tulang jika sudah jatuh tempo dan Anda harus mendapatkannya. Jika Anda menyisihkan lebih dari kebutuhan Anda, sisanya menjadi tabungan. Bolehlah Anda gagal melakukannya sekali atau dua kali sebelum hal itu menjadi hal yang mudah diingat untuk dilakukan

JIKA ANDA MENYISIHKAN LEBIH DARI KEBUTUHAN ANDA, SISANYA MENJAD! TABUNGAN

Saya mendapati lebih mudah jika memiliki ‘angka’ sehingga Anda tidak harus banyak berpikir. Angka saya sendiri adalah 50 persen. Setiap yang saya hasilkan, separuhnya saya masukkan ke dalam tabungan. Saya tidak perlu berpikir-pikir lagi. Saya tahu sebagian untuk pajak, sebagian lagi untuk payak penambahan nilai, dan sisanya untuk ditabung. Terkadang saya mentransfer saldo yang tersisa ke rekening kedua — semacam rekening super. Dari rekening super saya bisa mentransfer uang ke dana pensiun, rekening pribadi, atau apa pun.

Bagi saya ini adalah cara mudah untuk menabung. Saya tidak harus berpikir terlalu banyak. Ini adalah metode yang saya ajarkan pada anak-anak saya — gunakan separuh uang saku dan tabung separuh sisanya. Saya harap mereka akan mendapati metode im sebagai sebuah metode yang mudah untuk dipelajari, semacam menghemat memori otot, sehingga mereka akan memiliki uang ketika mereka membutuhkannya saat di universitas atau apa saja.

Saya benar-benar menyesal saya tidak (a) mulai menabung sejak dini dan (b) diajari untuk melakukannya. Banyak orang yang sangat kaya mengatakan bahwa mereka mempelajari manayemen kekayaan sejak usia yang sangat dini. Hal ini tampaknya merupakan bagian esensial dari penciptaan kesejahteraan.

Saya kagum melihat anak-anak saya belajar tentang uang. Tampaknya ada predisposisi genetik dalam membelanjakan atau menabung. Jika mengenai uang, kami memperlakukan mereka semua dengan sama. Namun satu anak merasa mudah menabung, yang lainnya lebih gemar membelanjakannya dan tidak bisa menabung untuk menyelamatkan dirinya sendiri; dan yang satu lagi kurang peduli dengan uang.

Saya sangat yakin dengan membuat perubahan untuk memperbaiki kekurangan dasar dalam pola asuh seseorang. Tidak baik duduk-duduk dan menyalahkan orang lain, Anda harus mengubahnya Saya harus memikul tanggung jawab dan melatih diri saya sendiri. Pasti hal ini tidak akan mudah dikerjakan.

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Kitab Rahasia Tidur

Selanjutnya

Rich Dad Poor Dad

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

5 Alasan Kenapa The E-Myth Revisited Harus Kamu Baca Sebelum Bisnismu Diam-Diam Runtuh!

5 Alasan Kenapa The E-Myth Revisited Harus Kamu Baca Sebelum Bisnismu Diam-Diam Runtuh!

20 Juni 2025
Ingin Bisnis Jalan Sendiri, Kamu Bisa Liburan Tanpa Cemas? Temukan Rahasianya di Buku The E-Myth Revisited

Ingin Bisnis Jalan Sendiri, Kamu Bisa Liburan Tanpa Cemas? Temukan Rahasianya di Buku The E-Myth Revisited

18 Juni 2025
The Power Of Azan

The Power Of Azan

18 April 2022
The Culture Code

The Culture Code

7 April 2022
Selanjutnya
Selanjutnya
Rich Dad Poor Dad

Rich Dad Poor Dad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In