Kalau orang Indonesia punya kredo “Biar lambat asal selamat”, Sloth sudah jauh melebihi itu. Ia sangat lambat tetapi juga sangat save. Slot sudah membuang jauh-jauh mitos yang rumit tentang produktivitas. Binatang lucu nan bijak ini mengajarkan satu hal: Tak masalah kamu lamban, tetapi fokus pada tujuan dan kamu akan menangkan dirimu.
Sloth atau nama Indonesianya kungkang, adalah mamalia berbulu lebat berlengan panjang. Struktur tubuhnya mirip monkey, tetapi lebih kecil dan tidak seramping itu. Yang jelas wajahnya jauh lebih lucu.
Tingginya hanya 0.8 meter dengan bobot maksimal hanya 7,7 kilogram. Cukup mungil untuk hidup di hutan Amazon, habitat asalnya.
Kalian yang tak kenal sloth sudah pasti syuuzon. Si lamban ini sering dituding malas, bodoh, tidak punya visi, dan lain sebagainya. Mungkin itu cukup beralasan karena sloth menghabiskan sebagian besar waktunya hanya tiduran di atas pohon. Hanya untuk menegokkan kepala dan berkedip saja dilakukannya dengan slow motion, mirip adegan gol yang direplay.
Ia tidak terganggu sama sekali ketika binatang lainnya pergi berburu atau mencari nafkah di darat. Take it slowly dude! Bukannya berjuang untuk keluarga, ia malah cukup puas makan daun-daun yang tersedia melimpah di sekitarnya.
Mereka tidur selama 10-18 jam per hari dan tanpa turun ke tanah sama sekali. Sloth hanya turun seminggu sekali untuk buang kotoran, setelah itu naik lagi dan tentu saja, tidur lagi. That is sloth. Are you friend or foe?
Dibalik fitnah yang membelenggunya, ternyata sloth memiliki jawaban logis. Gerakannya yang lamban adalah strategi menghemat bahan bakar. Sloth memiliki cadangan nutrisi yang sangat rendah karena hanya makan daun-daunan. Karena daun tak menyediakan kalori cukup untuk mamalia, ia harus mengatur laju metabolismenya menjadi sangat lambat untuk mengatasi asupan kalori rendah ini.
Bila umumnya mamalia perlu banyak makan untuk menjaga kondisi otot yang diperlukan untuk bergerak agar tetap hangat, sloth memiliki trik pemanasan eksotermik, dengan memanfaatkan situasi eksternal di atas pohon tanpa perlu menguras kalori. Makanya di sela-sela jam tidurnya yang padat, sloth kerap naik ke puncak kanopi hutan di pagi hari untuk mendapat energi surya, dan ketika mulai terasa panas dia akan turun kembali memanfaatkan energi itu untuk mendukung kehangatan sepanjang hari.
Karena menggunakan sistem pemanasan eksotermik, sloth hanya bisa bertahan di kawasan tropis, tidak di atas ketinggian ekstrim. Namun jenis sloth dua kuku ternyata dapat tinggal di pegunungan tinggi di Kosta Rika. Sekali lagi, keren.
Bahwa dia hidup seharian di atas pohon tanpa turun, ternyata itulah cara terbaik menghindari predator seperti jaguar.
Yang lebih unik, badan sloth ada semburat warna kehijauan. Bukan apa-apa, itu hanyalah ganggang. Rambut mereka memiliki celah dimana ganggang dan jamur dapat tumbuh. Rupanya ada simbiosis di situ.
Ganggang membantu sloth menyatu dengan latar belakang rimbunnya hutan jika dilihat dari lensa predator. Walau banyak ganggang dan jamur, ternyata sloth memiliki lebih sedikit parasit daripada mamalia lain dengan ukuran yang sama.
Buku The Little Book of Sloth Philosophy karya Jennifer Mc Cartney ini bukan fabel atau ilmu binatang. Buku tipis 175 halaman terbitan Renebook ini bergenre self improvement yang penuh filosofi hidup dan mengajak kepada perenungan yang mendalam.
Jennifer Mc Cartney, penulis buku-buku best seller asal Ontario, Kanada yang kini tinggal di Brooklin, New York ini mencoba memberi tawaran menarik kepadamu tentang cara hidup nyaman di dunia yang berputar cepat dan penuh persaingan tak sehat. Caranya dengan meniru gaya sloth yang innocent.
Ia menjelaskan, memilih tidak melakukan sesuatu dalam hidupmu bukanlah masalah. Kalau orang lain menganggap masalah, itu bukan masalahmu. Hidup itu tidak perlu terus sibuk, selalu terhubung dengan orang-orang, dan produktif terus menerus.
Hidup lambat justru penting untuk kesehatan mental. Buat apa kaya kalau cepat mati, kira-kira begitu.
Bila kamu setuju, mari kita lanjutkan ke step berikutnya. Setelah kamu putuskan hidup santai, cobalah mencari tempat yang tenang, karena polusi suara dapat mengganggu keshatan fisik dan mental kita. World Health Organisation (WHO) merekomendasikan tingkat kebisingan tidak lebih dari 50 desibel dan itu mustahil untuk pemukimanmu yang padat. Klakson mobil kecil saja sudah 120 db.
Maka pikirkanlah pindah ke sebuah rumah mungil di daerah terpencil, mungkin di tepi danau. Bila perlu buatlah dinding dan jendela kedap suara. Oh yummy…
Oh iya, kungkang itu memiliki bobot lumayan berat dan seperempatnya didapat dari makanan yang belum tercerna. Maksudnya begini, tak usahlah kau pusing dengan berat badanmu. Hapuslah diskusi-diskusi tentang diet, kalori, kilojoule, detoks dan sebagainya. Batas maksimal sarapan pagi adalah asalkan tidak makan timah atau sekardus donat sekaligus.
Bangunlah agak siang, lalu tidur siang, dan jangan lupa malmnya tidur cepat. Mendapatkan istirahat cukup di malam hari, menurut penelitian, dapat membantu meningkatkan level kebahagiaan dan konsentrasi, memperbaiki daya ingat jangka pendek dan mendukung pembetukan otot. Setelah tidurmu cukup, berjanjilah untuk melakukan pekerjaan nanti-nanti!
Judul : The Little Book of Sloth Philosophy
Seni Hidup Santai, tapi Tetap Produktif ala Kungkang
Penulis : Jennifer McCartney
Penerbit : Renebook
Genre : Self Improvement
Tebal : 188 Halaman
Edisi : Soft Cover Cet 1, November 2021
ISBN : 978-623-6083-21-5
Diresensi oleh Jakarta Book Review








