Jumat, 23 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Rahasia Nabi Khidir: Pengembara Bumi, Penguasa Laut, Pembawa Kabar Langit

Resensi buku Rahasia Nab Khidir karya Ibnu Hajar al-Asqalani penerbit Turos Pustaka

Oleh Mujib Rahman
5 April 2022
di Resensi
A A
Buku Rahasia Nab Khidir karya Ibnu Hajar al-Asqalani penerbit Turos Pustaka

Buku Rahasia Nab Khidir karya Ibnu Hajar al-Asqalani penerbit Turos Pustaka

Ketika nyantri di Pesantren Lirboyo, Kediri, KH. Maimoen Zubair alias Mbah Moen mengalami kejadian unik. Saat itu pada tahun 1940-an, sekira jam 11.00 pagi, ada suara memanggil namanya. Suara yang hanya didengar sendiri oleh Maimoen muda ini arahnya dari kuburan dekat pondok.

Setelah dicari sumber suara itu, yang memanggil ternyata seorang petani, berpakaian usang dan bercaping. Tanpa mengenalkan diri, si petani langsung bicara. “Kamu cinta sama saya, saya juga cinta sama kamu. Gusti Allah menjamin nantinya.” Setelah bicara, ia mendoakan Maimoen cukup lama dan diaminkan.

Begitu usai berdo’a si petani langsung menghilang dan Maimoen kembali ke pondok. Ia tahu, yang barusan mendoakannya adalah Nabi Khidir. Tidak lama setelah itu, Maimoen sowan kepada KH. Hamid Pasuruan, seorang wali yang terkenal karamahnya.

Sesampainya di rumah Kyai Hamid, sebelum ia mengatakan sesuatu, tuan rumah langsung berkata: “Saya sudah tahu. Ini tadi baru saja dikasih kabar Nabi Khidir. Sekarang saya pesan kamu, yang hati hati ya!” ujarnya.  Kisah ini diceritakan oleh KH. Mahrus Aly (alm), pengasuh pesantren Lirboyo, Kediri, tempat Maimoen muda mondok. Kepada Kyai Mahrus lah, Maimoen pertama kali mengadukan tentang kejadian ini.

Kontak langsung dengan Nabi Khidir adalah fenomena yang masih sering terjadi hingga saat ini. Sebagian orang-orang saleh berkesempatan bertemu dengan penguasa lautan ini atas permintaan atau didatangi sendiri. Meski kebanyakan mereka merahasiakan pertemuan dengan Nabi Khidir, namun bocoran singkat tentang itu masih banyak beredar.

BACA JUGA:

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

The Great Gatsby: Kemewahan, Cinta, dan Kehampaan

Nabi Khidir adalah salah satu dari Nabi Allah yang hidup di masa kekuasaan Raja Iskandar Zulkarnain atau Alexander The Great. Mereka hidup semasa dengan Nabi Ibrahim, sekitar tahun 2.000 sebelum Masehi. Setelah era kehidupan awalnya, Nabi Khidir diberi kekekalan hidup sehingga terus eksis di dunia sampai sekarang

Bersama Nabi Ilyas, Khidir diberi panjang umur hingga akhir dunia nanti untuk menjaga bumi. Nabi Khidir ditugaskan di laut, dan Nabi Ilyas ditugaskan di darat. Konon ada empat Nabi Allah yang diberi kehidupan abadi hingga akhir dunia. Dua hidup di langit, dan dua lagi di bumi. Masing-masing adalah Khidir dan Ilyas, serta Isa dan Idris. 

Banyak ulama di bumi Nusantara ini yang pernah bertemu Nabi Khidir. Namun beliau hanya akan menemui siapa saja yang ingin ditemui. Kepada ‘pengundang’ yang tak ingin ditemuinya, Nabi Khidir hanya akan lewat atau menampakkan diri saja, atau bahkan tak muncul sama sekali.

KH. Hamid Pasuruan adalah salah satu tokoh yang dikenal sering bertemu Nabi Khidir. Pada suatu ketika, Kyai Hamid mengatakan, besok pagi Nabi Khidir akan datang ke rumahnya, dari pagi hingga zuhur.

Mendengar kabar tersebut banyak orang sowan ke rumah Kyai Hamid untuk dapat bertemu Nabi Khidir. Di antaranya adalah para Kyai terpandang di daerah itu dengan pakaian jubah dan sorban.

Saat para tamu ini berkumpul di ruang tamu, ada seorang pemuda bercelana pendek selutut. Pemuda itu datang ke hadapan Kyai Hamid dan ingin mencium tangan beliau. Namun

Kyai Hamid menolak dan sebaliknya ingin mencium tangannya. Tetapi pemuda pun menolak.

Setelah bersalaman si pemuda langsung keluar ruangan dan mengganti pakaian dengan yang lebih kotor. Ia lalu membersihkan selokan di sekitar kediaman Kyai Hamid, cukup lama sampai waktu zuhur tiba. Begitu azan berkumandang, si pemuda pun pergi.

Seusai salat zuhur, para tamu kembali ke ruang tamu Kyai Hamid. Ada yang memberanikan diri bertanya, apakah Nabi Khidir jadi datang, sementara waktu sudah lepas zuhur? Kyai Hamid menjawab, “Anak muda yang datang kepadanya, lalu membersihkan selokan tadi adalah Nabi Khidir,” katanya.

Dalam buku Rahasia Nabi Khidir yang diterbitkan Turos Pustaka, sosok Nabi Khidir yang misterius diulas tuntas. Mulai ciri-cirinya, silsilahnya, tugasnya, hinga kisah-kisah kemunculannya. Terdapat pula bagian yang cukup panjang mengenai kebersamaan Nabi Khidir dengan nabi Musa as, seperti yang diceritakan dalam al-Qur’an.

Buku 214 halaman ini merupakan terjemah kitab az-Zahru an-Nadir fi naba’i al-Hadir karya Syekh Ibnu Hajar al-Asqalani. Ia menghimpun seluruh referensi yang pernah membahas Nabi Khidir, baik al-Qur’an, hadis-hadis, dan kitab-kitab klasik seperti la-bidayah wa An-nihayah.

Kitab ini adalah salah satu dari sedikit kitab yang membahas tentang jati diri Nabi Khidir dan kiprahnya di dunia. Nama Khidir didapatnya dari kata khadra’ yang berarti hijau. Imam Ahmad mengatakan, ketika Nabi Khidir duduk di atas farwah atau tanah tandus dengan rerumputan kering, tanah itu berguncang dan berubah menjadi hijau. Sebuah hadis mengatakan, nama asli Nabi Khidir adalah Abu Abbas.

Judul: Rahasia Nabi Khidir

Judul Asli: az-Zahru an-Nadir fi naba’i al-Hadir

Penulis: Ibnu Hajar al-‘Asqalani

Penerbit: Turos Pustaka

Penerjemah: Agus Khudlori

Genre: Agama/ Spiritual

Edisi: Cet 1, Oktober 2019

Tebal: 215 Halaman

ISBN: 978-623-7327-22-6

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

5 Rekomendasi Buku Self Healing Buat para Insecure

Selanjutnya

Rekomendasi Buku dari Tiga CEO Perempuan

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Cover buku "The Great Gatsby"

The Great Gatsby: Kemewahan, Cinta, dan Kehampaan

9 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Rekomendasi Buku dari Tiga CEO Perempuan

Rekomendasi Buku dari Tiga CEO Perempuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In