Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Polisi Banyak Gak Paham Tangani Kekerasan Seksual, Polda Metro Jaya Terbitkan Buku Panduan

Oleh Monica Desiana
17 Februari 2022
di Berita Buku
A A
Polisi Banyak Gak Paham Tangani Kekerasan Seksual, Polda Metro Jaya Terbitkan Buku Panduan

Polisi Banyak Gak Paham Tangani Kekerasan Seksual, Polda Metro Jaya Terbitkan Buku Panduan

Jakarta – Minimnya pemahaman Anggota Polda Metro Jaya tentang penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak, mendorong sang Kapolda, Irjen Imran Fadil untuk meluncurkan buku panduan yang membahas cara penanganan korban kasus kekerasan dan pelecehan seksual sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Buku pedoman ini secara resmi diluncurkan pada hari Selasa, (15/2/2022). Kehadiran buku ini diharapkan nantinya bisa menjadi acuan bagi para anggota polisi dalam menangani kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak-anak. “Saya berharap, dengan terbitnya buku panduan ini polisi bisa paham betul cara menangani para korban, sehingga tidak akan ada lagi pengabaian laporan ataupun kurang sensitifnya menanggapi kasus pelecehan dan kekerasan seksual seperti ini.” ujar Irjen Imran fadil, saat wawancaranya bersama wartawan.

Menurutnya, penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak-anak ini tidak bisa sembarangan, para korban harus ditangani secara khusus, karena mereka tak hanya mengalami kerugian fisik ataupun material saja, melainkan juga mengalami psikologis traumatik. Belum lagi, ketika membuat laporan kepada kepolisian, para korban malah mendapatkan respon yang kurang menyenangkan.

“Terkadang, para perempuan yang menjadi korban sering kali mengalami hal yang tidak menyenangkan saat membuat laporan kepada polisi. Hal ini terjadi karena secara struktural, posisi perempuan dianggap tidak setara dengan laki-laki, yang akhirnya berimbas dalam penanganan kasus kekerasan serta pelecehan terhadap perempuan dan anak-anak ini.” ujar sang Kapolda Metro Jaya, Irjen Imran Fadil.

Lanjut sang Kapolda “Stigma seperti itu haruslah berubah, dan penanganannya juga harus lebih baik lagi. Saya tegaskan, kita tidak lagi boleh menutup mata dan menganggap remeh, kasus ini harus menjadi prioritas bersama.” (MD/JBR)

BACA JUGA:

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

SendShareTweetShare
Sebelumnya

The Culture Code

Selanjutnya

Dekat di Mata Jauh di Pelaminan

Monica Desiana

Monica Desiana

TULISAN TERKAIT

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Resensi Buku 'Ada Nama yang Abadi di Hati, Tapi Tak Bisa Dinikahi' karya Maman Suherman, Penerbit PT Grasindo

Dekat di Mata Jauh di Pelaminan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In