Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, menggenjot publikasi karya ilmiah. Sinergi tersebut akan mengembangkan perpustakaan dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Publikasi ilmiah adalah sistem yang berdasarkan peer review . Tujuannya untuk mencapai tingkat obyektivitas setinggi mungkin. “Sistem ini bervariasi, tergantung bidang masing-masing, dan selalu berubah. Sebagian besar karya akademis diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau dalam bentuk buku.
Sebagian besar bidang akademik yang telah mapan memiliki jurnal dan bentuk publikasi tersendiri. Banyak pula jurnal akademik yang bersifat interdisipliner (antarcabang). Manajemen mempublikasikan karya dari beberapa bidang yang berbeda. Kampus biasanya menyebarluaskan jenis publikasi sebagai bentuk kontribusi terhadap bidang ilmu pengetahuan dan penelitian.
Publikasi ilmiah saat ini sedang mengalami perubahan yang besar, yang muncul akibat transisi dari format penerbitan cetak ke arah format elektronik, yang memiliki model bisnis berbeda dengan pola sebelumnya. Tren umum yang berjalan sekarang, akses terhadap jurnal ilmiah secara elektronik disediakan secara terbuka. Hal ini berarti semakin banyak publikasi ilmiah yang dapat diakses secara gratis melalui internet, baik yang disediakan oleh pihak penerbit jurnal, maupun yang disediakan oleh para penulis artikel jurnal itu sendiri.
Pengembangan perpustakaan dan pihak eksternal akan semakin memotivasi civitas akademika lebih produktif. “Kerja sama ini adalah langkah menuju produktivitas menghasilkan karya,” kata Kepala UPT Perpustakaan UIN Datokarama Palu Rifai, beberapa waktu lalu.
Realisasi kerja sama ini melibatkan UPT Perpustakaan UIN Datokarama Palu. Juga melibatkan UPT Perpustakaan Unesa. Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama bidang perpustakaan.
Mengembangkan hasil penelitian
Kerja sama ini juga untuk mengembangkan hasil penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa. Kolaborasi keduanya akan mewujudkan upaya dalam mengoptimalkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertama adalah pendidikan. Dalam hal ini, dosen mentransmisikan ilmu pengetahuan dan membentuk karakter mahasiswa.
Kedua adalah penelitian. Dosen dan mahasiswa bersinergi melakukan penelitian. Hasilnya akan menjadi inovasi yang memudahkan kehidupan. Ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa berkolaborasi dengan komunitas untuk sama-sama membangun bangsa.
Oleh karena itu, kata dia, kerja sama tersebut juga mengakomodasi kegiatan lokakarya, survei, seminar, dan pelatihan, serta melaksanakan pemagangan staf.
“Melalui kerja sama ini disepakati untuk melakukan pengembangan sumber daya manusia masing-masing lembaga,” kata Rifai.
Ia menyatakan bahwa pelibatan Unesa akan memberikan dampak positif khususnya pengembangan literasi perpustakaan, dukungan teknis program perkantoran, kepegawaian, dan sistem perpustakaan.
“Kerja sama ini selain untuk menopang pembangunan mutu akademik, juga untuk mempererat hubungan kelembagaan,” katanya.









