Jakarta – Bagi mereka yang memiliki hobi membaca ada kalanya ingin membaca buku bacaan yang ringan karena bisa cepat kelar dalam sekali baca. Hal ini biasanya dilakukan ketika diri terlalu disibukan dengan aktivitas sehari-hari namun ingin tetap melakukan hobinya, yaitu membaca.
Namun, saat ini belum banyak buku dengan bacan yang ringan dan bisa langsung kelar dalam sekali baca. Nah, untuk menjawab rasa penasaran sobat, Jakarta Book Review (JBR) ingin merekomendasikan enam judul buku dengan bacaan yang ringan dengan jumlah halaman yang tidak terlalu banyak, jadi bisa langsung kelar dalam sekali baca.
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Rekomendasi buku yang pertama ada Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Buku karya Marchella FP ini umumnya dikenal dengan singakatan NKCTHI. Buku ini masuk dalam daftar buku bacaan ringan karena hanya berjumlah 200 halaman dengan disertai ilustrasi gambar di setiap halaman.
Novel ini berisi banyak tulisan tentang kegagalan, kehilangan, tumbuh patah, ketakutan, dan segala hal tentang hiruk pikuk kehidupan. Selain ilustrasi, di setiap halamannya juga disertai kata-kata motivasi yang tentunya tidak akan membuat jenuh pembacanya. Saking bagusnya ini buku bahkan telah diangkat kelayar lebar dengan juduln yang sama.
Gadis Minimarket (Convenience Store Woman)

Selanjutnya ada buku berjudul Convenience Store Woman atau Gadis Minimarket karya Sayaka Murata. Buku bacaan berbentuk novel ini berkisah tentang seorang gadis bernama Keiko. Ia bekerja paruh waktu di sebuah minimarket. Ia bekerja di tempat tersebut selama kurang lebih 18 tahun. Bahkan ia telah menjadikan minimarket tersebut sebagai bagian dari hidupnya.
Namun, cara pandang Keiko yang berbeda mambuatnya kerap digosipkan yang tidak-tidak, terlebih diusianya yang ke-36 ia belum juga menikah. Meski ia berusaha memperbaiki sikapnya, lingkungannya masih juga terus menyudutkannya.
Dari novel 160 halaman ini kita dapat memetik banyak pelajaran, terutama tentang stigma masyarakat yang tidak selalu benar dan harus diikuti. Nah, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.
MetroPop: Blue Morpho

Selanjutnya buku bergenre metropop-romance yang berjudul MetroPop: Blue Morpho. Buku berjumlah 172 halaman ini berkisah tentang seorang gadis bernama Drupadi, yakni perempuan yang telah mendapatkan berbagai pencapaiannya kecuali jodoh. Ia juga digambarkan tinggal dilingkungan yang toxic, sehingga pertanyaan tentang kapan menikah bukan hanya diterimanya sekali dua kali saja. Samapi akhirnya ia memutuskan menemui seorang peramal untuk meramalkan siapakah jodohnya.
Meski terkesan berat, namun sebenarnya konflik dalam buku ini tergolong ringan. Bahkan beberapa halaman juga menampilkan puisi-puisi. Latar belakang sosok Drupadi juga terkait dengan isu dan pandangan masyarakat Indonesia tentang perempuan yang belum juga menikah, meski usianya sudah matang. Nah, tertarik untuk membacanya?
The Little Prince

Selanjutnya adalah The Little Prince karya Antoine de Saint. Buku 120 halaman ini berkisah tentang seorang pilot yang saat masih kecil sering merasa kecewa dengan tanggapan orang-orang dewasa yang memintanya berhenti menggambar, padahal itu merupakan hobinya.
Namun saat ia telah tumbuh dewasa, seorang pangeran kecil justru memintanya untuk menggambarkan seekor domba. Awalnya sang pilot masih tidak menggubris permintaan pangeran kecil itu, tetapi akhirnya ia pun menurutinya.
Yang menariknya, sang pangeran cilik tidak hanya meminta si pilot untuk menggambar, namun jia juga menceritakan petualangannya yang seru saat singgah di beberapa planet untuk mencari jawaban tentang kehidupan. Dari sini akan ada banyak pembelajaran-pembelajaran positif yang dapat pembaca ambil, dan tentunya anak kecil maupun orangh dewasa bisa membacanya.
Master Your Pain

Jika rekomendasi buku di atas berbentuk novel, rekomendasi yang selanjutnya masuk dalam buku self improvement. Buku karya Maulida Ayu ini memberikan pandangan dan cara bagaimana pembaca bisa menikmati rasa sakit yang melanda.
Selain itu, buku berjumlah 122 halaman ini mampu menganalisa, memvalidasi, serta membedah berbagai perasaan sedih dan sakit dari sudut pandang yang lain. Penulis juga mengajak pembaca untuk menjadikan rasa sakit itu sebagai kekuatan untuk menjadi lebih hebat. Kata-kata dalam buku ini juga makin kuat dengan beberapa referensi dari ayat-ayat Al-Quran dan hadist. Nah, buku ini rekomendasi banget buat sobat yang tengah mencari buku tentang self healing.
Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang

Dan rekmendasi yang terakhir ada buku kolaborasi lintas generasi antara Sapardi Djoko Damono sastrawan kelahiran 1940 dan Rintik Sedu atau Nadhifa Allya kelahiran 1998. Meski terpaut usia yang cukup jauh, keduanya berhasil membuat karya yang luar biasa.
Karya tersebut berjudul “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang” yang telah terbit Februari 2020. Buku ciamik 104 halaman ini berisi kumpulan puisi yang saling balas satu sama lain. Sehingga, tulisannya juga tidak akan terlalu banyak. Penasaran dengan ceritanya, yuk langsung saja baca bukunya.
Nah, itu tadi enam rekomendasi buku dengan cerita ringan dan tentunya jumlah halaman yang tidak terlalu banyak, jadi bisa langsung kelar dalam sekali baca. Dari keenam buku di atas mana nih yang jadi incaranmu? (ST/JBR)









