IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026 Menembus Pasar Global
JAKARTA— Di tengah tuntutan efisiensi ekonomi, industri buku menghadapi tantangan untuk tetap memperluas akses masyarakat terhadap bacaan bermutu. Pesan itulah yang dibawa Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta melalui kehadiran Stan Buku IKAPI Jakarta dalam BSI International Expo 2026, yang berlangsung pada 23–25 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
Dikoordinasikan dan dikelola oleh Rene Turos Group, stan ini menghadirkan sejumlah penerbit anggota IKAPI DKI Jakarta untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus membuka peluang kolaborasi industri penerbitan. Mengusung tema pameran “Buy Local, Go Global”, kehadiran mereka membawa pesan “In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi.”
CEO Rene Turos Group, Luqman Hakim Arifin, mengatakan efisiensi tetap diperlukan dalam menghadapi tantangan ekonomi. Namun, upaya penghematan perlu tetap memberi ruang bagi pengembangan pengetahuan dan budaya membaca.
“Efisiensi penting agar industri tetap sehat dan mampu bertahan. Namun, jangan sampai efisiensi justru membuat kita mengurangi investasi pada literasi. Buku bukan sekadar barang yang diperjualbelikan, melainkan sarana membangun pengetahuan, memperluas perspektif, dan menyiapkan masa depan,” ujar Luqman.
Menurut dia, penguatan literasi tidak dapat dibebankan hanya kepada penerbit. Diperlukan keterlibatan penulis, pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperluas akses terhadap buku sekaligus menjaga keberlanjutan industri perbukuan.
Membawa gagasan Indonesia ke dunia
Tema Buy Local, Go Global menjadi kesempatan bagi penerbit Indonesia untuk memperluas jangkauan karya lokal ke pasar internasional. Kekayaan sejarah, budaya Nusantara, tradisi pesantren, pemikiran keislaman, pendidikan, hingga persoalan sosial kontemporer merupakan sumber gagasan yang berpotensi menjangkau pembaca lintas negara.
Namun, potensi tersebut perlu didukung kualitas editorial, desain yang kompetitif, penerjemahan profesional, pengelolaan hak cipta, serta strategi pemasaran dan distribusi internasional.
“Buku-buku Indonesia memiliki kekayaan gagasan dan perspektif yang layak dikenal lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana kita mengolah kekayaan itu menjadi karya yang bermutu, kompetitif, dan dapat menjangkau pembaca di berbagai negara tanpa kehilangan identitasnya,” kata Luqman.
Kolaborasi sejumlah penerbit dalam satu stan menjadi salah satu upaya memperluas promosi, memperkenalkan beragam katalog, dan menjajaki kemitraan penerbitan maupun hak terjemahan. Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat pasar buku domestik, yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan karya Indonesia di tingkat global.
Dukungan terhadap buku lokal turut menjaga keberlangsungan ekosistem kreatif yang melibatkan penulis, penerjemah, editor, ilustrator, desainer, percetakan, distributor, hingga toko buku.
Melalui partisipasi dalam BSI International Expo 2026, IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group mendorong agar literasi dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan pengeluaran yang mudah dikurangi ketika ekonomi menghadapi tekanan.
Sebab, sebelum karya Indonesia dikenal dunia, karya-karya tersebut perlu memperoleh ruang untuk tumbuh, dibaca, dan diapresiasi di negeri sendiri.
*IN THIS ECONOMY: YANG LAIN BOLEH EFISIENSI, KECUALI LITERASI.*






