Rabu, 1 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Tarekat Syaziliyah dalam Risalah al-Amin

Resensi buku Risalah al-Amin karya Abu Hasan Asy-Syadzili penerbit Turos Pustaka

Oleh Mujib Rahman
31 Mei 2022
di Resensi
A A
Buku induk tarekat Syaziliyah: Kitab Risalah al-Amin karya Abu Hasan Asy-Syadzili penerbit Turos Pustaka

Buku induk tarekat Syaziliyah: Kitab Risalah al-Amin karya Abu Hasan Asy-Syadzili penerbit Turos Pustaka

Bicara tentang tasawuf dan tarekat, Imam Abu Hasan asy-Syadzili adalah biangnya. Ulama kelahiran Maroko, 593 H ini merupakan pendiri tarekat Syaziliyah, salah satu thariqah mu’tabarah  yang terbanyak pengikutnya di dunia. Kitab Risalah al-Amin ini boleh disebut buku induk tarekat Syaziliyah karena ditulis oleh pendirinya langsung.

Abu Hasan Asy-Syadzili masih keturunan Rasulullah saw dari jalur Sayyidina Hasan. Ulama yang dikenal alim allamah lagi banyak karamah ini memiliki derajat kewalian yang disebut-sebut setara dengan Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Dari desa terpencil bernama Ghumarah, dekat kota Ceuta, Maroko, Abu Hasan muda berkelana mencari ilmu. Sebenarnya ia telah belajar kepada tokoh sufi lokal bernama Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Harazim. Namun ia ingin terbang lebih tinggi lagi.

Maka Abu Hasan berkelana ke Tunisia dan belajar kepada tokoh-tokoh besar, di antaranya Abu Sa’id Khalaf bin Yahya at-Tamimi al-Baji dan Abu al-Fath Najmuddin Muhammad al-Wasithi. Gurunya yang disebut terakhir ini menyuruhnya pulang ke Maroko. ““Engkau mencari seorang wali quthb jauh-jauh, padahal yang kau cari ada di negerimu sendiri. Kembalilah ke negeri asalmu niscaya engkau akan bertemu dengan wali quthb di sana”.  

Maka Abu Hasan segera mudik. Di Maroko ia bertemu orang yang dimaksud gurunya, yaitu Syekh  Abdus Salam bin Masyisy, seorang wali yang menetap di sebuah puncak gunung. Ketika Abu Hasan pertama kali datang, Syekh  Abdus Salam langsung memberinya kejutan dengan cara mengucap salam dan menyebut nama lengkap Abu Hasan. Tak sampai di situ, Syekh Abdus Salam menyebut silsilah nasab Abu Hasan hingga Rasulullah.

BACA JUGA:

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Selama belajar di gunung itu Abu Hasan banyak menemukan kejadian aneh yang sifatnya khariqul adah. Suatu hari ia duduk bersama gurunya, dan ketika itu ada seorang anak kecil. Dalam hati ia ingin bertanya tentang asma Allah al-mu’adzam. Tiba-tiba si anak kecil berkata: Wahai Abu Hasan, engkau ingin bertanya kepada Syekh tentang asma Allah al-mu’adzam, sungguh di dalam hatimu telah terdapat sirr (rahasia) dari asma Allah al-mu’adzam. Syekh Abdus Salam bin Masyisy tersenyum dan berkata: “Itulah jawabannya”.

Tentang nisbah Asy-Syadzili itu erat kaitannya dengan gurunya ini. Setelah cukup lama belajar kepadanya, Syekh Abdus Salam bin Masyisy menyuruh pergi Abu Hasan. “Wahai muridku, pergilah menyusuri daratan ini kemudian menetaplah di sebuah desa bernama Syadzilah”. Hal itu dilakukan oleh Abu Hasan.

Namun ia tak cukup lama menetap di Syadzilah. Setelah menyandang nama belakang Asy-Syadzili ia pergi ke Tunisia dan kemudian berhijrah ke Mesir hingga akhir hayatnya pada tahun 656 H, di usia 63 tahun. Makamnya ada di gurun pasir Humaitsarah, antara Luxor dan Qina. Pada masa hidupnya Allah pernah menjanjikan kepadanya akan diwafatkan di tempat yang tak pernah dipakai orang berbuat maksiat. Dalam perjalanan haji, Abu Hasan alias Imam Syadzili sakit, meninggal, dan dimakamkan di tempat itu.

Penerus tarekat Syaziliyyah adalah orang-orang besar dalam dunia tasawuf. Sepeninggal Imam Syadzili, penerusnya adalah Abu Abbas al-Mursi, guru Ibnu Athaillah penulis kitab Al-Hikam yang sampai saat ini menjadi salah satu referensi tasawuf paling mainstream.

Dengan reputasi Imam Syadzili yang sehebat itu, maka kitab Risalah al-Amin bisa dibilang buku induk tarekat syaziliyah dari maha guru sufi sepanjang masa. Tasawuf Abu Hasan Asy Syazili dalam kitab ini sebenarnya tak berbeda dengan kitab tasawuf lain, Risalah al-Amin berisi  prinsip-prinsip dan etika menuju Allah. Di sana dibeberkan mengenai prinsip dasar, niat, sikap batin, hingga jalan yang dilalui para salik menuju makrifatullah.

Misalnya tentang muraqabah atau pendekatan diri. Hal ini harus ditempuh dengan memurnikan jiwa yang dilandasi pemikiran yang benar. Segala sesuatu di bumi itu terkait nafsu dan segala sesuatu di langit itu terkait iman.

Harta, benda, jabatan, wanita, dan segala gemerlap dunia itu harus dilepaskan dari hati, kemudian arahkan batin ke langit dengan keyakinan bahwa tidak ada sesuatu yang dapat memberi selain Allah, dan tujuan kehidupan ini bukan apa-apa selain mencapai ridho-Nya.

Manusia itu sudah dijamin semua rezekinya dan untuk itu tak perlu mengkhawatirkannya lagi. Tak ada satu hembusan napas pun yang diterima seorang hamba kecuali dari-Nya. Hidup sudah dicukupi Allah, maka dari itu manusia tinggal memikirkan tugasnya, yaitu menghamba dengan benar. Bila manusia melakukan ibadah dengan baik dan menjaga hati, maka dia akan dapat menyibak hakikat-Nya.

Imam Asy-Syadzili mengajarkan cara pandang yang benar tentang dunia. Kesibukan dunia boleh dilakukan dalam kapasitas mencari nafkah. “Orang yang mencari sesuatu yang halal di dunia dengan etika maka hatinya selamat dari kotoran dan api penghalang”. Kondisi dunia itu hina, sehina apa-apa yang ada di dalamnya dan kondisi akhirat itu mulia, semulia apa yang ada di dalamnya.

Dua hal yang terburuk di dunia ini adalah cinta dunia dan kebodohan. Hubbu ad dun’ya atau cinta dunia pangkal segala dosa dan kebodohan adalah sumber segala kemaksiatan. Apabila Allah mencukupkan seorang hamba dari membutuhkan dunia (walaupun ia miskin) maka itu lebih baik daripada ia dibuat membutuhkan dunia (meskipun kaya).

Di antara bukti ampunan, kasih sayang, tobat, dan kemuliaan di dunia dan akhirat adalah hilangnya dunia dari hati dan terhubungnya hati dengan Tuhan. Dunia itu dapat mengambil akal pikiran dari diri manusia sehingga setan menjadikan mereka sebagai mainan. Ada empat hal yang amat buruk bila itu terjadi dalam dirimu, yaitu cinta dunia, lupa akhirat, takut miskin, dan putus asa. Semua aspek-aspek penyucian jiwa dibedah secara luas di Risalah al-Amin, buku induk tarekat Syaziliyah.

Judul: Risalah al-Amin: Wejangan yang Mengantarkan Kita Sampai Kepada-Nya

Judul Asli: Risalatul amin fi wusuli li rabbil alamin

Pengarang: Abu Hasal Asy-Syadzili

Penerbit: Turos Pustaka

Genre: Spiritual Islam

Tebal: 340 halaman

Edisi: Cet 2, November 2021 (Hard Cover)

ISBN: 978-623-7327-53-0

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Halo Pelajar SMP, Ini Rekomendasi Buku Bacaan yang Pas Buat Kamu

Selanjutnya

Jadi Barang Langka, Novel “Harry Potter” Edisi Perdana Bakal Dilelang

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Jadi Barang Langka, Novel “Harry Potter” Edisi Perdana Bakal Dilelang

Jadi Barang Langka, Novel “Harry Potter” Edisi Perdana Bakal Dilelang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In