Jumat, 3 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Honjok: Seni Hidup Sendiri ala Korea Selatan

Oleh Rach Alida Bahaweres
2 Desember 2021
di Resensi
A A
Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri ala Korea Selatan terbitan Gramedia Pustaka Utama

Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri, penulis Crsytal Tai dan Francie Healey terbitan Gramedia Pustaka Utama, Resensi Jakarta Book Review

Pernahkah terpikir untuk memutuskan hidup sendiri? Jika iya, buku berjudul Honjok: Seni Hidup Sendiri merupakan salah satu buku yang bisa menjadi pilihan bacaan untuk mengetahui tentang hidup sendiri.

Kata Honjok (diucapkan hon-juk) merupakan istilah yang muncul pada tahun 2017 di Korea Selatan. Hon adalah kependekan dari kata honja artinya sendirian. Sedangkan Jok artinya suku. Jadi, kata honjok adalah suku penyendiri.

Mengapa Honjok muncul di Korea Selatan? Honjok muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap masyarakat Korea Selatan yang menuntut agar anak muda hidup sebagaimana mestinya. Mereka, anak muda Korea dituntut harus menikah, punya wajah cantik atau ganteng, punya pekerjaan mapan dan lain-lain.

Anak muda Korea Selatan diharapkan hidup seperti mimpi orang Amerika yang gencar diperbincangkan pada masa McCarthy pada 1950-an. Bentuk kehidupan mapan ala Amerika adalah rajin belajar, lulus, mendapat pekerjaan, menikah, membeli rumah, dan memiliki anak.

Namun semua itu bukan hal mudah. Kesenangan hidup tidak harus didapat dari cara itu. Kesempatan kerja yang kurang, perekonomian yang lesu serta mobilitas sosial yang terbatas menyebabkan tuntutan itu sulit diwujudkan. Untuk memperoleh pekerjaan, calon pelamar diharapkan memiliki tampilan foto yang menarik karena penampilan memainkan peran penting dalam masyarakat Korea Selatan. Tuntutan demi tuntutan garda-gara imajinasi formil tentang hidup ideal kemudian memicu frustasi.

BACA JUGA:

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Perempuan Korea Selatan dalam buku ini digambarkan sebagai sosok yang harus tampil sempurna. Jika perempuan itu bekerja, ia juga harus dapat mengurus rumah tangga dengan baik. Tuntutan ini yang kemudian juga memunculkan gerakan #NoMarriage di Korea Selatan.

Perempuan Korea Selatan meluncurkan gerakan Escape the Corset (campakkan korset) yang dilakukan secara online  oleh para blogger dan pengguna instagram yang menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi standar kecantikan seperti kulit harus putih, kelopak mata ganda, hidung mungil yang mancung dan wajah tirus.

Bahkan pada gerakan Escape The Corset ini, perempuan ada juga yang memilih tidak merias wajah dan menolak gaya rambut panjang dan pakaian feminin karena dianggap menjadi sasaran tatapan pria.

Tekanan demi tekanan, serta rasa kecewa itu yang kemudian memunculkan Honjok. Honjok menjadi pilihan anak muda Korea Selatan, terutama pada perempuan modern yang berkepribadian bebas semu gue.

Apakah beda antara Honjok dengan penyendiri? Jika penyendiri ditolak masyarakat, honjok justru menolak tekanan dan harapan masyarakat dengan bentuk ideal ala publik. Penyendiri menyebabkan penderitaan karena kesepian, sedangkan honjok menikmati waktu untuk sendiri. Jika penyendiri tidak memiliki kepuasaan karena menyembunyikan diri, honjok fokus pada memenuhi kebutuhan diri sendiri sebagai cara berkembang.

Hakikat gaya hidup honjok adalah memilih untuk hidup di saat ini untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain. Dengan memilih gaya hidup Honjok ada kebebasan memiih kemana pergi dan apa yang dilakukan tanpa tergantung pada orang lain atau memenuhi kehendak orang lain.

Selain itu, buku ini juga memberikan beberapa  kegiatan yang bisa dilakukan untuk pergi sendirian seperti makan di luar, mengunjungi pameran, meditasi, perawatan diri, dan lain-lain.  Pilihan rekomendasi kegiatan ini yang diusulkan agar memilih Honjok juga masih memiliki kegiatan sehari-hari yang produktif dan bahagia sesuai keinginananya.

Sudah siap melakukan Honjok ?

Judul: Honjok

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Penulis : Crsytal Tai dan Francie Healey

Genre: Psikologi

Jumlah Halaman : 188

Terbitan tahun : 2020

Diresensi Oleh Jakarta Book Review

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

4 Buku Bersampulkan Kulit Manusia

Selanjutnya

CEO Agung Concern Group Berbagi Filosofi Bisnis Lewat Buku ‘Panjaitan van Menteng’

Rach Alida Bahaweres

Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Blogger www.lidbahaweres.com. Kontak ke @lidbahaweres atau [email protected]

TULISAN TERKAIT

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
CEO Agung Concern Group Berbagi Filosofi Bisnis Lewat Buku ‘Panjaitan van Menteng’

CEO Agung Concern Group Berbagi Filosofi Bisnis Lewat Buku 'Panjaitan van Menteng'

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In