Jakarta – Buku yang diciptakan para penulis, biasanya berasal dari pengalaman pribadinya, begitupun para penulis ini. Mereka membuat berbagai karya buku terinspirasi dari kisah pembunuhan yang pernah dilakukannya.
Liu Yongbiao, penulis asal China yang dijatuhi hukuman pada tahun 2018 karena melakukan penganiayaan terhadap empat orang disebuah penginapan di China. Para korban ini dianiaya olehnya hingga tewas, salah satu korban dari Liu adalah cucu pemilik tempatnya menginap yang masih berusia 13 tahun. Liu juga mengakui, bahwa memang beberapa karya yang dibuatnya terinspirasi dari pengalaman membunuh orang. Sontak, pengakuannya itu membuat para pembaca bukunya terkejut.
Salah satu buku novel yang dibuat oleh Liu Yongbiao ini berjudul ‘The Gulty Secret.’ Berdasarkan kata pengantar yang tertera dalam bukunya, Liu mengungkapkan bahwa buku tersebut menceritakan kisah pembunuhan keji yang dilakukan oleh seorang penulis perempuan, kemudian berhasil lepas dari tangkapan polisi.
Rupanya, tak hanya Liu Yongbiao saja yang pernah menuliskan kisah pembunuhannya dalam sebuah buku. Sebelumnya pada 1991 lalu penulis asal Belanda, Richard Klinkhamer membuat tulisan yang terjemahannya berjudul ‘Rabu Hari Mencincang.’ Tulisan ini, dibuat oleh Richard yang terinspirasi dari pengalamannya membunuh sang istri.
Selain para penulis buku tersebut, terdapat juga beberapa karya buku fiksi lainnya terinspirasi dari kejahatan, yang kemudian ceritanya dibuat menjadi novel. Beberapa karyanya seperti novel berjudul ‘In Cold Blood’ karya Truman Capute, ‘The Girls’ karya Emma Cline, dan juga ‘The Room’ karya dari Emma Donogue. (MD/JBR)









