Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

LKB Siapkan Buku Referensi Tentang Budaya Betawi

Oleh Siti Khotijah
10 November 2021
di Berita Buku
A A
Diskusi terbatas Lembaga Kebudayaan Betawi soal buku referensi budaya Betawi di RMB Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Zona A, Jakarta Selatan. (Foto: merdeka.com/Jakarta Book Review)

Diskusi terbatas Lembaga Kebudayaan Betawi soal buku referensi budaya Betawi di RMB Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Zona A, Jakarta Selatan. (Foto: merdeka.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Lembaga Kebudayaan betawi (LKB) secara khusus menyusun buku tentang budaya Betawi. Tujuannya, agar buku ini menjadi sumber referensi bagi pelajar sekolah maupun masyarakat.

“Buku ini nantinya tidak hanya untuk siswa tetapi juga masyarakat umum. Tujuannya untuk melestarikan kebudayaan betawi dengan dokumentasi yang jelas,” kata Ketua LKB Beki Mardani Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Buku yang rencananya rilis pada awal 2022 ini dalam penyusunnya melibatkan berbagai unsur pemerhati budaya dan budayawan Betawi. Diantaranya, ahli tari Betawi, Dr. Julianti Parani dan Madia Patra Ismar, M. Hum dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Kemudian pakar seni permainan anak, Dr. Tuti Tarwiyah dan Sam Muchtar Chaniago, M.Si dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Hadir pula, budayawan Betawi, Yoyo Muchtar dan Yahya Andi Saputra dari Lembaga Kebudayaan Betawi serta pengamat pencak silat dari Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia, Muali Yahya, hingga Maharani Kemal dari Persatuan Wanita Betawi.

“Rencananya akan ada tujuh topik dalam buku ini, yakni seni musik dan tari, seni pertunjukan, kuliner, sastra, bahasa dan folklor, bela diri dan permainan anak-anak, kriya dan arsitektur, serta upacara dan siklus hidup,” tutur Fadjriah Nurdiarsih, anggota LKB dan juga selaku editor.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Dalam penyusunannya pun mengalami beberapa kendala. Jualianti Parani. Ia mengaku terkendala saat menggali kebudayaan Betawi secara menyeluruh dan membutuhkan wawancara mendalam dengan pelaku sejarah Betawi.

“Melacak akar kesenian Betawi tidak bisa lagi bertumpu pada peta wilayah atau lokasi. Karena pelaku-pelakunya sudah berpindah-pindah dan anak keturunannya pun sudah tidak di lokasi sama,” ungkap koordinator penulisan buku “Bunga Rampai Seni Pertunjukan Kebetawian” tersebut.

Ia menyarankan, bahan buku dapat dimulai melalui penelitian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mengambil tema budaya Betawi. Selaras dengan hal itu, Madia Patra Ismar mengatakan, minat penelitan kebudayaan Betawi di kalangan mahasiswa sudah mulai tumbuh. Hanya saja pendataan tentang daftar penelitian tersebut masih belum tertata dengan baik.

“Di Institut Kesenian Jakarta ada sejumlah penelitian mengenai kebetawian. Kita bisa memulai dari sini untuk mendapatkan ‘insight’,” pungkas perempuan yang juga Wakil Rektor III IKJ.

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Pelarian Penuh Intrik di Kaki Himalaya

Selanjutnya

5 Perpustakaan Terkeren di Dunia, Bikin Betah Baca!

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
5 Perpustakaan Terkeren di Dunia, Bikin Betah Baca!

5 Perpustakaan Terkeren di Dunia, Bikin Betah Baca!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In