Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kegelisahan Haedar Nashir tentang Salafi Ekstrem

Oleh Erdy Nasrul
1 November 2022
di Berita Buku
A A
Kegelisahan Haedar Nashir tentang Salafi Ekstrem

Jakarta Book Review

Setelah Turki Usmani jatuh pada abad ke-20, negara-negara baru bermunculan. Turki Usmani berubah menjadi Republik Turki yang sekuler. Arab dipecah menjadi sejumlah negara. India juga terpisah menjadi Sri Lanka, Pakistan, dan Bangladesh. Kemudian sejumlah kawasan mayoritas Muslim seperti di Afrika dijajah Barat.

Dalam keadaan seperti itu, sejumlah gerakan bermunculan. Ada yang ingin menyatukan negara-negara yang terpecah di bawah naungan Islam. Ini adalah gerakan yang berupaya membangkitkan kekuatan Islam. Tokohnya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridho di Mesir.

Kemudian muncul pula gerakan Muslim ekstrem. Mereka ingin mengubah sistem kenegaraan yang sudah berjalan dengan khilafah yang kaku. Strateginya jauh dari syariat Islam untuk mewujudkan hal tersebut. Contohnya dengan menebar teror, melakukan aksi pembunuhan, dan pengeboman. Juga menggambarkan syariat Islam secara menakutkan kepada dunia.

Buku Haedar Nashir

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meneliti hal tersebut pada saat menempuh pendidikan doktoral di Universitas Gadjah Mada tahun 2006. Melalui desertasi, dia membahasakan upaya semacam itu dengan reproduksi salafiyah ideologis. Namun harus diingat, penggunaan kata salafiyah di sini terdistorsi. Bukan dalam maksud tradisi klasik warisan orang-orang saleh yang kental dengan riyadhah batin. Ini adalah salaf yang mengeklaim sebagai gerakan yang memurnikan ajaran agama. Tapi kenyataannya bukan memurnikan. Malah justru menodai agama dengan pemahaman yang sempit dan perbuatan biadab.

Desertasi itu dibukukan dengan judul Islam Syariat : Reproduksi Salafiyah Ideologis Di Indonesia. Dalam buku tersebut terdapat pengantar yang ditulis oleh (alm) Prof Dr Ahmad Syafii Maarif. Selain itu terdapat juga komentar positif dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) M. Mahfud MD.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Lokasi Peneltian

Haedar Nashir menjelaskan, buku yang disusunnya mengambil penelitian di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

“Saya mengkaji gerakan Islam yang militan. Yang mengeklaim ingin kembali menghadirkan Islam yang menurut mereka adalah kaffah tetapi coraknya berbeda dengan mainstream yang selama ini sudah hidup seperti Muhammadiyah, NU, Al Irsyad dan seterusnya.”

Haedar Nashir

Ia menggunakan istilah Islam Syariat untuk menyebut kelompok Islam yang ingin menegakan syariat Islam dengan karakter militan, keras, kaku, eksklusif dan monolitik. Bahkan Haedar menyebut pandangan kelompok tersebut melahirkan neo puritanisme yang lebih rigid.

“Gerakan ini ternyata di Saudi juga ditolak. Padahal Saudi negaranya Islam tapi bentuknya mamlakah, kerajaan. Kemudian di Mesir juga diusir karena berbeda dengan pandangan Mesir. Jadi jangankan di negara yang seperti Indonesia yang memilih Pancasila sebagai dasar negara yang sebenarnya sejalan dengan islam, di negara-negara itu juga dianggap sebagai gerakan yang menimbulkan masalah, bahkan ilegal,” katanya.

Dalam kesimpulannya, Prof Haedar mengatakan bahwa gerakan kelompok militan yang disebut dengan istilah reproduksi Salafiyah Ideologis dalam bukunya itu memiliki banyak masalah. Jika pola gerakan atau kelompok tersebut yang menjadi rujukan Islam di Indonesia atau bahkan di dunia, maka justru akan mengerdilkan pandangan tentang Islam. Selain itu kelompok tersebut juga memungkinkan banyak orang menjadi tidak nyaman dengan Islam, sehingga memilih agama lainnya sehingga muncul konversi agama.

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Intip yuk, Fungsi dan Cara Membuat Kartu Anggota Perpustakaan

Selanjutnya

Setelah Dapat Rezeki, Ngapain? ini Anjuran Imam al-Muhasibi

Erdy Nasrul

Erdy Nasrul

Pegiat literasi

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Setelah Dapat Rezeki, Ngapain? ini Anjuran Imam al-Muhasibi

Setelah Dapat Rezeki, Ngapain? ini Anjuran Imam al-Muhasibi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In